Hadits Dhaif Riyadus Shalihin 19

20 09 2010


Bab143: Sunnah Berjabat Tangan, Bermuka Manis Saat Bertemu, dan Mencium Tangan Orang Shalih, Mencium Anak Kecil

قَالَ يَهُودِيٌّ لِصَاحِبِهِ : اذْهَبْ بِنَا إِلَى هَذَا النَّبيِّ ، فَأتَيَا رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – ، فَسَألاهُ عَنْ تِسْعِ آياتٍ بَيِّنَاتٍ … فَذَكَرَ الْحَدِيث إِلَى قَوْلهِ : فقَبَّلا يَدَهُ وَرِجْلَهُ ، وقالا : نَشْهَدُ أنَّكَ نَبِيٌّ . رواه الترمذي وغيره بأسانيد صحيحةٍ .

23/894. Shafwan bin Assal RA berkata,

“Seorang Yahudi berkata kepada temannya, ‘Mari kita pergi menemui Nabi itu’. Kemudian pergilah keduanya kepada Rasulullah SAW dan menanyakan tentang sembilan ayat. Setelah dijawab oleh Nabi SAW, mereka lalu mencium tangan dan kaki Nabi sambil berkata, ‘Kami bersaksi bahwa engkau benar-benar seorang Nabi’.” (HR. At-Tirmidzi dan lainnya dengan sanad shahih).

Keterangan:

Semua sanad hadits tersebut hanya satu dengan melalui seorang perawi yang bernama Abdullah bin Salimah. Aku katakan (Al Albani): bahwa ia di-dha’if-kan oleh semua ahli hadits yang terpercaya, seperti Imam Ahmad, Syafi’i, Imam Al Bukhari, dan yang lain. Juga di-dha’if-kan oleh penyusun kitab ini (kitab Riyadhush-Shalihin) Az-Zaila’i menukil dalam kitab Nash Ar-Rayah (4/258) dari An-Nasa’i, beliau berkata (tentang hadits ini yang diriwayatkan At-Tirmidzi), “Hadits tersebut mungkar”. Al Hafizh berkata (dalam kitab Takhrij Al Ahadits Al Kasyaf), “Hadits ini diriwayatkan oleh Al Hakim, Ahmad, Ishaq, Abu Ya’la, dan Ath-Thabrani melalui seorang perawi yang bernama Abdullah bin Salimah. Ketika usia lanjut hafalannya sangat buruk, sehingga sanad hadits tersebut dha’if.

Lihat Dha’if Abi Daud hadits no. 30, Bahjatun-Nazhirin hadits no. 889, dan Takhrij Riyadhush-Shalihin hadits no. 889.

24/895. Ibnu Umar RA bercerita, yang akhirnya ia berkata,

فَدَنَوْنَا مِنَ النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَبَّلْنَا يَدَه . رواه أَبُو داود .

Maka kami mendekat kepada Nabi SAW dan mencium tangannya”. (HR. Abu Daud).

Keterangan:

Dalam sanad hadits ini ada perawi yang bernama Yazid bin Abi Ziyad Al Hasyimi. Al Hafizh berkata, “la adalah orang yang lemah dalam periwayatan hadits, ketika usia lanjut ada perubahan pada dirinya”. Akan tetapi ada beberapa hadits lain yang menjelaskan adanya mencium tangan Rasulullah SAW. Oleh karena itu, maka ditetapkan bolehnya mencium tangan seorang alim atau bertakwa, sepanjang perbuatan tersebut tidak menjadi suatu kebiasaan. Hadits-hadits tersebut seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari di Adabul Mufrad no. 975 dan Sunan Abu Daud no. 5225. Kedua hadits tersebut dha’if tetapi ada syahid lainnya seperti di Adabul Mufrad hadits no. 587 dengan sanad hadits maqbul (dapat diterima), sehingga status hadits dengan adanya syahid hadits lainnya menjadi hasan, insya Allah.

Lihat Bahjatun-Nazhirin hadits no. 890 dan Takhrij Riyadhush-Shalihin hadits no. 890.

25/896. Aisyah RA berkata,

قَدِمَ زَيْدُ بْنُ حَارِثَةَ المَدِينَةَ وَرسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – في بَيتِي ، فَأتَاهُ فَقَرَعَ البَابَ ، فَقَامَ إِلَيْهِ النبيُّ – صلى الله عليه وسلم – يَجُرُّ ثَوْبَهُ ، فَاعْتَنَقَهُ وَقَبَّلَهُ . رواه الترمذي ، وقال : حديث حسن

“Zaid bin Haritsah datang ke kota Madinah, sedangkan Rasulullah SAW berada di rumahku. Kemudian Zaid mengetuk pintu, maka Nabi pun segera bangun menyambutnya dengan mengenakan kainnya, kemudian Zaid memeluk dan menciumnya”. (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini hasan”’).

Keterangan:

Dalam sanad hadits ini ada dua orang perawi yang dha’if, yaitu Ibrahim bin Yahya dan bapaknya. Ada juga perawi lainnya yang bernama Muhammad bin Ishaq, seorang yang mudallis yang terkenal (perawi yang menyembunyikan atau menghilangkan aib yang menimbulkan persangkaan bahwa hadits tersebut tidak mempunyai aib, -Peny ) dan kadang kala ia meriwayatkan hadits secara mu’an’an (hadits yang diriwayatkan dengan memakai ‘an )

Lihat Dha’if Sunan At-Tirmidzi hadits no. 516, Al Misykah hadits no. 4682, Bahjatun-Nazhirin hadits no. 891, dan Takhrij Riyadhush-Shalihin hadits no. 891.

Wassalam: Ki Semar


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: