Hadits Dhaif Riyadus Shalihin 10

20 09 2010

Bab 55: Keutamaan dan Anjuran Zuhud Terhadap Dunia

12/486. Abu Amru (Utsman) bin Affan RA mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda,

لَيْسَ لاِبْنِ آدَمَ حَقٌّ في سِوَى هذِهِ الخِصَالِ : بَيْتٌ يَسْكُنُهُ ، وَثَوْبٌ يُوارِي عَوْرَتَهُ ، وَجِلْفُ الخُبز وَالماء )) رواه الترمذي ، وقال : (( حديث صحيح ))

Tiada hak bagi seorang manusia (anak turun Adam) dalam semua hal kehidupan ini, selain rumah (tempat tinggal), pakaian yang menutup auratnya, roti kering serta air“. (Riwayat At-Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini shahih’).

Keterangan:

Hadits ini dha’if, karena ada perawi yang bernama Harits bin As-Sa’ib, sebagaimana Ibnu Qudamah menyebutkan dalam Al Muntakhab (10/1/2) dari Hambal, dia berkata, “Aku bertanya kepada Abu Abdillah (Al Imam Ahmad) tentang Harits bin As-Salb, maka dia berkata, ‘Tidak ada halangan terhadapnya, melainkan dia meriwayatkan hadits munkar, (dikatakan hadits dari Utsman, dari Nabi SAW, padahal tidak dari Nabi SAW), untuk hadits tersebut'”. Qatadah juga meriwayatkan dan ia menyelisihinya, yaitu ia meriwayatkan dari Al Hasan, dari Hamran, dan dari seorang ahli kitab.

Lihat Adh-Dhaifah hadits no. 1063 dan Bahjatun-Nazhirin hadits no. 482.

13/488. Abdulah bin Mughaffal RA berkata,

قَالَ رجل للنبي – صلى الله عليه وسلم – :
يَا رسولَ الله ، وَاللهِ إنِّي لأُحِبُّكَ ، فَقَالَ : (( انْظُرْ مَاذَا تَقُولُ ؟ )) قَالَ : وَاللهِ إنِّي لأُحِبُّكَ ، ثَلاَثَ مَرَّات ، فَقَالَ : (( إنْ كُنْتَ تُحِبُّنِي فَأَعِدَّ لِلْفَقْرِ تِجْفَافاً ، فإنَّ الفَقْرَ أسْرَعُ إِلَى مَنْ يُحِبُّني مِنَ السَّيْلِ إِلَى مُنْتَهَاهُ )) رواه الترمذي ، وقال : (( حديث حسن ))

“Seorang berkata kepada Nabi SAW, ‘Wahai Rasulullah, demi Allah, aku cinta kepadamu’. Nabi menjawab, ‘Perhatikan, apa yang kamu katakan itu” Orang tersebut berkata lagi, ‘Demi Allah, aku cinta kepadamu, ya Rasulullah. Kata-kata tersebut diulanginya sampai tiga kali. Lalu Nabi SAW bersabda, “Jika engkau memang benar-benar cinta kepadaku, maka bersiap-siaplah engkau menghadapi kemiskinan sebagai perisai kehidupan, karena kemiskinan lebih cepat datangnya kepada orang yang cinta kepadaku, melebihi kecepatan banjir yang mengalir ke dalam jurang”.‘ (Riwayat At-Tirmidzi, dia berkata, “Hadits hasan gharib”).

Keterangan:

Hadits ini dha’if karena ada dua perawi yang bernama Syidad bin Thalhah Ar-Rasibi dan Abul-Wazi’, mereka berdua dha’if Matan (redaksi) haditsnya mungkar. Banyak riwayat hadits shahih yang menjelaskan dan memuji harta yang halal ketika harta itu berada di tangan orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar, Nabi SAW bersabda,

“Tidak dianggap suatu hasad jika seseorang iri dalam dua hal, orang yang diberi pemahaman oleh Allah dalam Al Qur’an, dan ia menegakkannya sepanjang malam dan siang, dan seorang yang diberi harta oleh Allah. Lalu ia bersedekah dengan harta itu sepanjang malam dan siang”. (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Lihat Dha’if Sunan At-Tirmidzi hadits no. 409; Bahjatun-Nazhirin hadits no. 484; Takhrij Riyadhush-Shalihin no hadits 484 oleh Syaikh Syu’aib Al Amauth.

Wassalam: Ki Semar


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: