48. Teori Darwin

19 12 2009

assalamualaikum.
> saya telah membaca buku “manusia dan islam” tulisan Prof. Harun Din
(Malaysia) tetapi saya masih tidak faham tentang apa yang mahu disampaikan
oleh beliau tentang teori Darwin. Berkali-kali saya membacanya, tetapi masih
belum faham.
> Tolonglah terangkan kepada saya.. tentang teori darwinisme itu..
>
> Bantuan anda amat saya hargai.
> Terima kasih.

Jawaban:

Wa alaikum salam.
Saudara Rozi, teori Darwin ada beberapa pokok bahasan. Mudah-mudahan, fokus
yang sdr. tanyakan menyangkut masalah Teori Evolusi Darwin. Ilmu kami
tentang teori ini agak terbatas. Untuk tidak mengecewakan saudara, kami
berusaha sedikit memaparkan gambaran umum teori evolusi ini.
Teori Evolusi mengatakan bahwa benda-benda yang ada di dunia ini mengalami
evolusi, yaitu perubahan yang berkala melalui beberapa tahapan dalam jangka
waktu yang sangat panjang. Teori evolusi ini kemudian digunakan untuk
menerangkan asal-usul manusia. Menurut teori ini, eksistensi manusia seperti
sekarang telah melalui beberapa tahapan perubahan secara evolutif. Konon,
kata Darwin, manusia berasal dari spesis makhluk yang tingkat intelegensinya
masih relatif rendah; dari spesis kera yang berjalan dengan empat
kaki/tanga, kemudian berevolusi menjadi primate, makhluk yang sudah lebih
banyak mengandalkan dua kakinya saja untuk berjalan [seperti orang
hutan dan
simpanse]; walaupun demikian, sewaktu-waktu, dia masih berjalan dengan
menggunakan kedua tangannya. Pada tahapan berikutnya, spesis primate ini
berevolusi menjadi lebih sempurna; pada tahapan ini, dia hanya menggunakan
kedua kakinya untuk berjalan; selain itu, tingkat kemampuan intelegensi dan
intelektualnya juga ikut berkembang. Walhasil, manusia adalah produksi dari
proses evolusi panjang tersebut.
Mengacu pada teori evolusi ini, manusia berasal ada spesisi makhluk kera.
Tentunya saja teori ini dikritik keras oleh kalangan agamawan, karena dalam
al-qur’an Allah telah menerangkan proses penciptaan Adam, sebagai bapak
manusia. Seperti diterangkan oleh Allah, Adam bukan dari spesis binatang,
tetapi secara khusus diciptakan oleh Allah dari zat dan dengan zat khusus
sebagai khalifah di muka bumi ini dengan kemampuan kesadaran dalam berfikir,
berkreasi, mengatur dan mengabdi. Kemampuan yang dinikmatkan kepada Adam ini
tidak diberikan oleh Allah kepada binatang. Perlu juga kami tambahkan,
penelitian dalam bidang sains biologi banyak menolak kebenaran klaim yang
dibuat oleh aliran teori evolusi.
Kami sendiri berpendapat bahwa manusia bukan hasil sebuah produk evolusi.
Manusia dan binatang sejak awalnya sudah diciptakan secara berbeda dan
terpisah. Buktinya apa? Sejak awal, kewajiban beribadah hanya diwajibkan
kepada manusia saja. Jika benar bahwa manusia berasal dari binatang [kera],
maka, kewajiban hukum juga diwajibkan kepada binatang, dan faktanya, kera
tidak diwajibkan untuk salat dan puasa. Kedua, pembedaan ini mengacu pada
dasar pembebanan hukum [taklif]. Menurut hukum Islam, pembebanan hukum harus
didasarkan pada kemampuan intelektual untuk membedakan mana yang baik dan
buruk [didasarkan pada keberadaan akal budi, rasio]. Seperti yang mudah kita
saksikan dalam kehidupan sehari-hari, binatang tidak bisa membedakan mana
hak milik dia dan mana yang bukan [binatang tidak mengenal sistem hak
kepemilikan]. Kenyataan inilah yang mendasari kami untuk menolak Teori
Evolusi Darwin.
Sekian dulu, dan mudah-mudahan sedkit dapat membantu saudara memahami
kesulitan teori darwinisme. Mudah-mudahan ada di antara rekan-rekan di ISNET
yang dapat menambahkan.
Wassalam.
Noryamin Aini
Montreal, Canada


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: