43. Meninggalkan Sholat karena kesibukan

19 12 2009

Assalaamu`alaykum wr wb,

Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

> terima kasih saudara Wardhana Hadi S atas penjelasannya.Pikiran
>saya lebih terbuka sekarang,terima kasih sekali lagi.ada satu lagi
>pertanyaan yg sangat mengganggu pikiran saya.Bagaimana bila saya
>meninggalkan sholat yg lima waktu karena terpaksa juga,yah tidak
>semuanya ditinggalkan,tetapi sering sekali saya meninggalkan sholat
>fardhu,dikarenakan saya bekerja.
>Untuk informasi saja:saya bekerja di
>sebuah cafetaria seharian penuh dari 9 pagi hingga 9 malam dan saya
>hanya mendapat waktu break 2 kali,saya sudah pernah mencoba untuk
>sholat sewaktu saya mendapat waktu istirahat,akan tetapi saya tidak
>menemukan tempat yg layakuntuk sholat.bagaimanakah hukumnya
>bila saya meninggalkan sholat karena hal diatas.

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran
bagimu. Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang
diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah 2:185)

“Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan
baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. At-thalaaq 65:4)

Islam itu mudah kok, tidak njelimet, simple.
Meskipun demikian kita juga tidak boleh menyepelekannya …

Sholat adalah kewajiban utama setiap Muslim/Muslimah yang tidak dapat
ditinggalkan kecuali bagi mereka yang memang sudah ditentukan halangannya
[ini sudah dibahas oleh rekan saya Wardhana Hadi dalam postingnya].

Menilik dari kasus anda memang cukup pelik, anda dihadapkan pada 2 pilihan
antara mendahulukan kepentingan dunia atau sebaliknya, mendahulukan
kepentingan akhirat.

Satu-satunya jalan keluar terbaik adalah pindah tempat kerja yang
memungkinkan anda dapat melakukan kewajiban mutlak kepada Tuhan disela-sela
pekerjaan anda itu, namun memang disaat sulit seperti sekarang ini sangat
susah untuk mendapatkan pekerjaan, apalagi yang sesuai dengan
bakat/minat/kemampuan dan juga pendapatan yang memadai.

Anda terbentur pada waktu dan tempat sholat … mungkin ada baiknya jika
kita sejenak melihat beberapa Hadist Rasulullah Saw mengenai masalah
pentingnya sholat ini [semuanya saya kutip dari seri buku Terjemahan
Nailul
Authar -Himpunan Hadist-hadist Hukum- yang diterjemahkan oleh Mu’ammal
Hamidy, Drs. Imron AM dan Umar Fanany, B.A -tebitan PT. Bina Ilmu 1993].

Dari Jabir, sesungguhnya Rasulullah Saw telah bersabda: “Bumi ini dijadikan
untukku sebagai pensuci dan untuk tempat bersujud. Oleh karena itu, siapa
saja yang menjumpai waktu sholat maka sholatlah ditempat ia menjumpainya.”
(HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Dari Imraan Bin Hushain, ia berkata: “Aku pernah menderita bawasir, lalu
aku bertanya kepada Nabi Saw tentang sholat, maka jawabnya: “Sholatlah
engkau dengan berdiri, kalau tidak bisa hendaklah dengan duduk dan kalau
tidak bisa hendaklah dengan berbaring!” (HR. Jama’ah, kecuali Muslim)

Dan Imam Nasai menambahnya: “Kalau tidak bisa hendaklah dengan terlentang.
Karena Allah tidak akan memberikan beban berat kepada seseorang, kecuali
menurut kemampuannya.”

Dan dari Ya’la bin Umayah, ia berkata: “Aku pernah bertanya kepada Umar Bin
Khatab [tentang firman Allah yang artinya]: Maka tidaklah mengapa engkau
mengqasharkan sholat jika kamu kuatir diserang orang-orang kafir [QS.
An-Nisaa’:101], sedang manusia sungguh sudah dalam keadaan aman. Kemudian
Umar menjawab: Aku [juga] heran tentang apa yang kamu herankan itu, lalu
aku bertanya kepada Rasulullah Saw tentang hal tersebut, kemudian ia
menjawab: Itu adalah sedekah yang diberikan Allah kepada kamu, maka
terimalah sedekah-Nya itu.” (HR. Jama’ah kecuali Bukhari)

Dan dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya
Allah senang keringanan-keringanan hukum-Nya itu diamalkan, sebagaimana Ia
benci larangan-Nya itu dikerjakan.” (HR. Ahmad)

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Apabila aku perintahkan
kamu mengerjakan sesuatu perkara, maka kerjakanlah bagaimana yang engkau
bisa.”
(HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

Dari beberapa hadist tersebut diatas sudah lebih daripada cukup untuk
menerangkan kepada kita betapa amat sangat wajibnya sholat itu dilakukan
hingga sekalipun kita sedang dalam keadaan sakit telah diatur tatacara
sholat … apakah lagi bila kita memang sehat ?

Sekarang kita beralih kepada masalah tempat yang bagaimanakah yang
dimaksudkan dengan bersih atau layak tidaknya sebagai sarana sholat.

Dari Ibnu Abbas: “Sesungguhnya Nabi Saw pernah sembahyang diatas lantai”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Dan dari Al Mughirah bin Syu’bah, ia berkata: “Adalah Rasulullah Saw pernah
sembahyang diatas tikar dan kulit berbulu yang sudah disamak.” (HR. Ahmad
dan Abu Daud)

Dan berkatalah Ibnul Mundzir: Sudah jelas, bahwa Nabi Saw memang pernah
bersabda: “Semua tanah ini dijadikan untukku adalah baik untuk tempat
bersujud dan bersuci”. (HR. Khaththaabi dengan sanadnya sendiri)

Ibnu Marduwiyah telah meriwayatkan dari Ubay Bin Ka’ab r.a., katanya :
“Aku telah diberi, apa yang tidak diberikan kepada Nabi-nabi Allah.”
Bertanya Ka’ab r.a: “Apakah itu, ya Rasulullah ?” Bersabda Rasulullah Saw:
“Aku telah ditolong diwaktu ketakutan, aku diberi kunci pembuka bumi, aku
dinamai Ahmad. Dijadikan bagiku tanah untuk bersuci dan dijadikan umatku
sebaik-baik umat.”

Dan dari Abu Said, sesungguhnya Nabi Saw bersabda: “Tanah ini semuanya
tempat bersujud, kecuali kuburan dan kamar mandi”. (HR. Imam yang lima,
kecuali Nasai)

Dan dari Abu Martshad Al Ghanawi, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah
Saw: “Janganlah kamu sembahyang menghadap kuburan dan jangan kamu duduk
diatasnya.” (HR. Jama’ah kecuali Bukhari dan Ibnu Majah).

Dan dari Hudzaifah, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Kami diberi
kelebihan atas manusia dengan tiga perkara, yaitu: Dijadikan
barisan-barisan kami seperti barisan-barisan malaikat, dijadikan bagi kami
bumi seluruhnya sebagai tempat sholat dan dijadikan bagi kami debunya
sebagai pensuci apabila kami tidak mendapatkan air.”
(HR. Muslim)

Banyak lagi sebenarnya Hadist-hadist yang berhubungan dengan kesucian
tempat dan pernik-perniknya, tetapi secara gamblang saja … hindarilah
tempat yang ada najis, baik karena kotoran binatang atau sejenisnya, bekas
ceceran darah [maaf] haid seorang wanita dsb. Namun jika anda masih saja
kesulitan … mungkin anda bisa memberi alas diatas bumi yang kotor itu
dengan apa saja yang kira-kira bisa menutupinya lalu sholat diatasnya.
Pokoke … yang penting sholat sajalah.
Allah juga Maha Tahu kok.
Toh setidaknya kita sudah berusaha untuk melaksanakan kewajiban kita sebaik
mungkin, namun hanya itulah yang kita bisa lakukan.
Mengenai syah tidaknya sholat jangan pernah merisaukan, ntar tambah tidak
khyusuk sholatnya … itu urusan Allah, biar Dia yang melakukan penilaian.
Okey ?

> Informasi tambahan:saya mahasiswa di oklahoma dan saya
>baru 11 bulan disini.saya ingin memahami agama seperti dulu.Disini ada
>ajaran2 ttg agama islam,akan tetapi sangat beragam
>adanya;seperti:sholat jum`at tidak wajib bagi laki2,begitu pula sholat
>fardhu,seperti guru bahasa saya yg orang Iran mengatakan”you could
>pass the pray,and you can pray just in your heart,that would be simple
>for you.dan lain sebagainya yg menurut saya aneh kedengarannya.oleh
>karena itu bila ada sesuatu,apa saja tolong beritahu saya,karena
>belakangan ini saya dalam soal agama kembali menjadi nol.terima kasih
>atas perhatiannya,Wassalaamu`alaykum wr wb.
>

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini,
niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui
tentang orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’am 6:116)

“Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit
dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah
mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari
kebanggaan itu.” (QS. 23:71)

“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang
diturunkan Allah, dan janganlah kemu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan
berhati. hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu
dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka
berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa
sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka
disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia
adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Ma’idah 5:49)

“Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi
orang yang beriman kepada Allah dan [percaya kepada] hari kemudian serta
banyak menyebut Allah.”
(QS. 33:21)

“Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, jika kamu berpaling
maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan dengan
kejelasan.” (QS. 64:12)

Jazakumullahu khairan
Hasta la vista,
Wassalam.
Best Regards.,


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: