43. Kata ganti “Kami” untuk Allah

19 12 2009

Assalamu’alaikum Wr.Wb
> saya sering diskusi dengan non muslim di kantor saya..
> ada pertanyaan yang dia ajukan mengenai
> 1. Dalam ayat alquran sering di dapat kata “kami” untuk menunjuk subjek
dari allah sedangkan kata kami itu artinya jamak.

Jawab:

Assalamu’alaikum wr.wb.
Pertanyaan saudara sangat menarik dan pernah kita bahas beberapa saat lalu.
Berikut jawaban kami mengacu kepada beberapapemikiran tafsir al-Qur’an yang
sering menyebut kata “Kami”.

Pertama, betul bahwa Allah sering menggunakan kata-kata “Kami-Nahnu atau na”
dalam al-Qur’an. Kedua, menurut pemikiran tafsir, jika Allah menggunakan
kata-kata Kami, ada makna khusus yang ingin disampaikan oleh Allah lewat
ayat-ayat tsb.

A. Konteks penggunaan pertama.

Kata Kami bermakna bahwa dalam mengerjakan tindakan tersebut, Allah
melibatkan unsur-unsur makhluk [selain diri-Nya sendiri]. Dalam kasus
nuzulnya al-Qur’an, makhluk-makhluk yang terlibat dalam pewahyuan
dan pelestarian keasliannya adalah sejumlah malaikat, terutama Jibril;
kedua Nabi sendiri; ketiga para pencatat/penulis wahyu; keempat, para
huffadz [penghafal] dll. [Coba perhatikan baik-baik, kebanyakan
ayat-ayat
yang bercerita tentang turunnya al-Qur’an [dalam format kalimat aktif],
Allah cenderung menggunakan kata Kami].
Contoh
“Sesungguhnya Kami telah turunkan al-Zikr [al-Qur’an] dan Kami Penjaganya
[keaslian]”. [kami lupa pada surat dan ayat berapa]. [Contoh lain coba
lihat
ayat-ayat tentang mencari rezki. Dalam ayat-ayat tsb. Allah sering
menggunakan
kata Kami; artinya, rezki harus diusahakan oleh manusia itu sendiri,
walaupun
kita juga yakin bahwa rezki sudah ditentukan oleh Allah]

B. Konteks penggunaan kedua

Kata kami secara sosio-linguistik Arab bermakna “ta’dzim” [kata-kata
yang sopan
untuk menghilangkan kesan keakuan terutama ketika kita bicara kepada
orang besar,
atau orang banyak]. Nah dalam arti ini, ketika dipakai kata Kami, ayat tersebut
menggambarkan proses komunikasi dengan etika yang lebih sopan [mungkin
seperti cara
ngomong orang jawa dengan bahasa “ngoko”]

C. Konteks penggunaan ketiga.

Ayat yang menggunakan kata Kami biasanya menceritakan sebuah peristiwa besar
yang berada di luar kemampuan jangkauan nalar manusia, seperti penciptaan Adam,
penciptaan bumi, dan langit. Di sini, selain peristiwa itu sendiri yang nilai besar,
Allah sendiri ingin menokohkan/memberi kesan “Kemahaan-Nya” kepada manusia, agar
manusia dapat menerima/mengimani segala sesuatu yang berada di luar jangkauan
nalar/rasio manusia.
Contoh.
“Sesungguhnya KAMI telah menciptakan
kamu (Adam), lalu KAMI bentuk tubuhmu,
kemudian KAMI katakan kepada para malaikat:
“Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka
merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk
mereka yang bersujud” [al-A’raf 7:11]

> 2. Dalam salah satu ayat alquran diterangkan bahwa Isa itu terhormat di
dunia dan di akhirat jadi menurut pengertian orang nasrani itu bahwa Isa
lebih dari yang lainnya. Mohon diberi pengertian untuk ayat itu sehingga
saya bisa memjawab secara tepat dan tidak meraba-raba.
> Terimakasih sebelumnya. Wassalamualaikum Wr.Wb

Jawaban:

Islam mengakui Isa sebagai seorang Rasulullah [utusan Allah]. Sebagai
seorang utusan, tentu Allah dan Dia juga meminta umat Islam untuk
menghormati beliau. Juga, sebagai utusan Allah, Isa tentu sebagai manusia
pilihan, terbaik dan terhormat baik di dunia maupun di akhirat. Hanya saja
kelebihan Nabi Isa hanya sebatas kenabian dan kerasulannya dan sebagai
manusia biasa.
Sementara umat Kristiani memulai cara pikirnya dengan dasar premis teologis
bahwa Isa bukan sekedar Rasulullah, tetapi sebagai Firman Tuhan yang
menjelma dalam bentuk manusia [kalau dalam Islam, Firman Allah dalam
bentuk
al-Qur’an dan hadits qudsi]. Karena sebagai Firman Tuhan, maka Isa menjadi
segala-galanya dalam kehidupan imani, rohani, psikologi dan sosial umat
Kristiani. Oleh sebab itu, Isa menjadi figur yang terhormat dan bahkan harus
dihormati dalam pandangan mereka tetapi tidak sebagai manusia biasa,
melainkan sebagai Firman [jelmaan kehendak ilahi yang Kudus].
Kok bisa-bisanya Firman Tuhan menjelma dalam bentuk manusia? Inilah yang
menurut keimanan Kristiani sebagai bukti bahwa Allah Roh Kudus kuasa atas
segala alam. Jika Dia berkuasa, maka semua dapat terjadi, termasuk
menjelmakan Firman-Nya dalam sosok manusia. Ini tafsiran ala umat Kristiani,
dan tentunya didasari oleh premis teologis [keimanan]. Kita umat Islam
berbeda dalam memandang konsep Isa di atas. Karena ini masalah perbedaan
tafsiran teologis [ingat masalah teologis sulit bahkan cenderung tidak
dapat
dikompormikan], maka marilah kita saling menghargai keimanan masing-masing.
Jika diskusi saudara di kantor menjurus pada upaya satu fihak untuk
memaksakan pendapatnya kepada lainnya, maka kita harus mengambil posisi
teologis, artinya tanpa kompromi, bagimu keyakinan [keimananmu] dan bagiku
keimananku. Selesai.

Sekian dulu. Kalau ada yang kurang pas, maklum,
kami bukan khusus ahli tafsir.[spesialisasi kami di bidang
hukum Islam]
Wa Allah ‘a’lam bi l-shawab
Wassalam, Montreal, Canada, 17-2-2000
Noryamin Aini


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: