40. Tanya tentang kedudukan hadits

19 12 2009

Assallammualaikum. Wb wb.

Secara tidak sengaja saya menemukan situs ini, mudah-mudahan saya dapat
mempelajari Islam secara benar, Amien
Pada awalnya saya mempelajari Agama Islam melalui buku-buku kemudian
saya memperdalam Al Quran dengan membaca tafsirnya semakin lama saya
semakin tertarik dan selalu saya catat hal-hal yang banyak terdapat
dalam ceramah-ceramah di Masjid/di TV. Semakin banyak saya baca saya
justru menemukan bahwa Quran tidak mengajarkan untuk mempelajari kitab
lain selain Al Quran karena Quran itu sempurna,lengkap,jelas dan mudah
(QS: 2:2/185, 24:1/3, 54:17, 6:114,57:9, dst dst)
Pertanyaan saya bagaimana sebenarnya kedudukan Hadist apakah itu
maksudnya yang terdapat pada QS: 2:129/151.
Saya tidak meragukan adanya Hadist tetapi saya khawatir untuk
mempelajari Hadist bila tidak menyangkut ayat dalam Al Quran.
Terima kasih, mudah-mudahan Allah memberikan Ilmu yang baik.

Jawaban:

Wa alaikum salam.

Ada dua sumber utama untuk ajaran Islam yang disepakati ulama, yaitu
al-Qur’an dan kedua Hadits [ingat khutbah Nabi ketika disampaikan pada
waktu haji wadha’; dan hal ini pernah kami singgung dulu ketika
menanggapi pertanyaan ikhwan lain tentang kaum pengingkar sunnah].
Mustafa al-Siba’i dalam bukunya “al-Sunna wa makanatuha fi l-Tasyri'”
memaparkan fungsi Hadits terhadap al-Qur’an.
Pertama, kita meyakini bahwa al-Qur’an itu memuat segala apa saja yang
telah, sedang dan akan terjadi di dunia ini dan di akhirat nanti. Tetapi
harus diingat bahwa jumhur ulama sepakat bahwa al-Qur’an bukan kitab
undang-undang, atau buku ilmiah yang merinci segala rumus-rumus yang
detail. Contoh, al-Qur’an bercerita tentang kemungkinan manusia dan jin
untuk menembus ruang angkasa, tetapi dalam ayat tersebut tidak
diterangkan secara detail rumus-rumus biologi, fisika dan kimianya. Oleh
sebab itu, jumhur ulama juga sepakat bahwa al-Qur’an, selain dalam kasus
pengungkapan unsur-unsur ibadah dan hukum waris terutama, ayat-ayat
al-Qur’an cenderung bersifat global/rumus-rumus, atau rambu-rambu utama
saja.=20

Oleh sebab itu, dalam konteks ini, kata al-Siba’i, fungsi Hadits sebagai
a. penjabar keumuman ayat.
b. indikator mempertegaskan hukum-hukum al-Qur’an [masih sangat terkait
dengan fungsi pertama di atas].
c. sebagai penetapan norma khusus/baru. Coba baca ayat “wa ma
ataakurasuulu[?] fa khudzuuhu, wa ma nahakum ‘anhu fantahuu”
[ambil/ikutilah apa-apa yang kalian disuruh oleh Nabi untuk
melakukannya, dan tinggalkanlah apa-apa yang Nabi minta kalian untuk
menjauhinya].
Kedua, karena, ayat-ayat al-Qur’an umumnya bersifat global, maka hadits
dapat menjadi kunci pembuka untuk kita dapat menemukan rahasia rumus
atau pesan-pesan yang paling mendalam dari al-Qur’an. Sebagai kunci
al-Qur’an, maka hadits menjadi pendamping keberadaan al-Qur’an untul
fungsi-fungsi praktis/aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari kita dalam
hubungan vertikal mau horizontal, atau dengan alam. Kami kira, kita
dapat saja membuka al-Qur’an tanpa melalui kuncinya [tentunya dengan
cara menebak-nebak maksud ayat], maka silahkan lakukan itu, tetapi ulama
sepakat bahwa orang-orang yang mau mempelajari al-Qur’an akan sangat
mengalami banyak kesulitan jika dia tidak dibantu dengan ilmu kunci ini.
Wa Allah ‘a’lam bi l-Shawab.
Wassalam, Montreal, Canada, 4-1-2000
Noryamin Aini.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: