33. Agar dapat Sholat secara khusyu

19 12 2009

Assalamuallaikum
Saya sholat sejak umur 6 tahun, tapi saya merasa hanya beberapa kali
saja yang benar benar sholat, kini sholat saya semakin tidak khusyu,
saya merasa ada daki tebal dalam dada saya yang menghalangi hubungan
saya dengan Allah dalam sholat, sedangkan usia saya kini mendekati 25,
saya takut dengan sisa umur saya. mohon bantuan pengasuh bagaimana saya
bisa menghilangkan daki dalam dada saya supaya saya bisa sholat dengan khusyu.

Jawaban:

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Alahamdulillahi Rabbil ‘alamin, saya panjatkan ke hadirat Illahi Rabbi
yang telah memperkenankan saya untuk berkenalan dengan sahabat Ngadiman,
dan insya Allah saya akan mencoba membalas topik yang sahabat ajukan.

Pertama sekali masalah khusyu’.

Mohon kiranya perhatikan ayat di bawah ini tentang definisi khusyu’:

***2:45-46***
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya
yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang
khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui
Rabbnya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

Dari ayat tersebut di atas makna dari khusyu’ adalah meyakini akan
bertemu dengan Rabb kita dan yakin pula bahwa kita akan kembali
kepadaNya.

Kemudian dalam salah satu Hadits Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa shalat
itu adalah mi’raj bagi orang Islam, atau petemuan/menghadap kepada Allah
s.w.t.
Nah kalau kita tahu bahwa shalat itu adalah menghadap Allah, dan kita
yakin bahwa Allah sedang mengawasi kita, maka kita akan bersikap
hati-hati dalam shalat kita. Contohnya sederhana seseorang yang
menghadap orang yang dikagumi/disegani misalnya menghadap calon mertua,
maka dia pun akan bersikap dan berkata hati-hati, penuh hormat dan
mungkin ada rasa takut. Apalagi kalau kita menghadap Sang Maha Raja Yang
Maha Kuasa, sudah barang tentu sikap kita akan jauh lebih baik
dibandingkan dengan menghadap calon mertua tersebut.

Sehubungan dengan itu, dalam shalat kita berikrar, berjanji, bertasbih,
bertakbir, berdo’a, menyembah, menyerahkan diri kepadaNya. Pada
hakekatnya menjalankan shalat melakukan komunikasi dengan Yang Maha
Perkasa. Sudah barang tentu kita mengharapkan agar komunikasi kita
tersebut dapat diterima oleh Allah Azza wa Jalla dengan baik, oleh
karena itu penyampaiannyapun harus dengan cara yang baik.

***4:43***
43. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu
dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan.

Orang yang beriman tidak boleh melakukan shalat kalau tidak mengerti apa
yang diucapkan, karena orang yang tidak mengerti ucapannya sendiri
ibarat orang mabuk, mabuk hamer, mabuk dunia, mabuk asmara, mabuk
rupiah, mabuk kerja dsb. dsb. Oleh karena itu menurut ayat ini adalah
merupakan suatu keharusan untuk mengerti ucapan kita pada saat sedang
shalat.

Dalam shalat kita bertakbir, Allahu Akbar. Pada saat takbir hati kita
akan tergetar apabila kita mengerti arti dari takbir kita, apalagi kita
yakin bahwa ucapan kita tersebut sedang didengarkan Allah. Kemudian kita
membaca ikrar “innashalati wa nusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil
alamin…..dst.”, merupakan ikrar dihadapan Allah, bagi orang yang bahwa
dia berikrar dihadapanNya maka mengucapkannya pun hati-hati, karena
takut salah dan takut tidak dapat memenuhi ikrar tersebut yang dapat
berakibat kemurkaan dari sisiNya. Karena Allah telah berfirman dalam Al
Quraan yang artinya sebagai berikut:

***61:2***
2. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan
sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
***61:3***
3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa
yang tidak kamu kerjakan.

Atau kita melalaikan ucapan-ucapan kita dalam shalat:

***107:4-5***
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,(yaitu) orang-orang
yang lalai dari shalatnya.

Banyak sekali pernyataan/ikrar yang kita ucapkan dalam shalat kita, yang
membawa konsekwensi bagi diri kita, karena setiap ikrar/janji akan
diminta pertanggungan jawab

***2:100***
100. Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali
mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan
sebagian besar dari mereka tidak beriman.
***3:77***
77. Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah
dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu
tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak
akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada
mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan
mereka. Bagi mereka azab yang pedih.
***5:13***
13. (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka,
dan Kami jadikan hati mereka keras membatu.

***7:102***
102. Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji.
Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik.

Dari ayat-ayat tersebut Allah mengancam dengan siksaan yang pedih
terhadap orang-orang yang melanggar janjinya, bahkan diberi julukan
tidak beriman, fasik, membatu ds.

Allah telah menetapkan bahwa hanya orang yang berakal saja yang dapat
memenuhi janjinya. Jadi sebaliknya orang yang tidak dapat memenuhi
janjinya maka termasuk orang yang tidak berakal.

***13:19-20***
19. Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan
kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta?
Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil
pelajaran, (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak
merusak perjanjian.

Dan Allah akan menimpakan kemurkaannya bagi orang-orang yang tidak
menggunakan akalnya

***10:100***
100. Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin
Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang
tidak mempergunakan akalnya.

Di dalam shalat kita mengucapkan “laasyarikallahu …… ashadu alla
illaha ilallah”, kemudian sesudah shalat melupakannya dengan
mempersekutukan Allah dengan mahluk-mahlukNya, misalnya mengikuti hawa
nafsu, mengikuti manusia lain dengan anutan bukan dari Allah,
mengagungkan duniawi, dsb. Maka janjinya gugur, dan dia mendapat
kemurkaan dari sisi Allah.

***6:56***
56. Katakanlah: “Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang
kamu sembah selain Allah”. Katakanlah: “Aku tidak akan mengikuti
hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan
tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk”.
***7:176***
176. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan
(derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia
dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti
anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu
membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah
perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka
ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
***19:59***
59. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang
menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka
mereka kelak akan menemui kesesatan,
***30:29***
29. Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu
pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah
disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.

Dalam shalat kita juga kita banyak berdo’a, antara lain “bimbinglah kami
ke jalan yang lurus”, lalau bagaimana kalau diberitahu jalan lurus
kemudian kita mengingkari atau menghindarinya, bahkan menyombongkannya ?

***3:101***
101. Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat
Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di
tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada
(agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk
kepada jalan yang lurus.
***41:6***
6. Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti
kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang
Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepadaNya
dan mohonlah ampun kepadaNya. Dan kecelakaan besarlah bagi
orang-orang yang mempersekutukan-Nya.

Jadi kesimpulannya untuk menjadi khusyu’ dalam shalat kita:
– Kita harus yakin bahwa pada saat shalat sedang berhadapan langsung
dengan Allah
– Mengerti apa yang kita ucapkan dalam shalat, karena mengerti juga
dampak yang akan diterima apabila sampai kita tidak mengerti apa yang
kita ucapkan kemudian kita melanggar ucapan kita.
– dan yang terakhir kita harus memahami hakekat – tujuan – manfaat dari
shalat kita

Menurut Rasulullah saw shalat adalah tiangnya Agama, jadi orang yang
tidak mendirikan shalat agama dalam dirinya akan runtuh, atau dengan
kata lain orang tersebut tidak dapat menjalankan agama dengan baik.

Dari ayat-ayatNya perintah shalat selalu dengan “aqimush shalat” atau
perintah untuk mendirikan shalat, artinya bukan hanya sekedar
menjalankan shalat tetapi menjalankan dan menegakkannya diantara dua
shalatnya. Menjalankan dan menegakkan shalat adalah merupakan suatu
kesatuan, karena banyak orang yang berpendapat hanya menjalankan saja
tetapi tidak menegakkan, atau hanya menegakkan saja tetapi tidak
menjalankan, dimana keduanya adalah tidak benar. Adanya
perjanjian/ikrar/doa/takbir/tasbih dirangkaikan dengan pelaksanaannya
atau menegakkannya.

Shalat yang dilakukan tidak karena Allah akibatnya riya, dan siapa yang
riya maka dia telah menjalankan syirik. (lihat Qs 6:162).

***4:142***
142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah
akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri
untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud
riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah
mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

Manfaat yang diperoleh dari shalat kita antara lain:

1. Shalat sebagai penolong diri manusia dari perbuatan keji dan mungkar.

***2:153***
153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat
sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang
sabar.
***29:45***
45. Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al
Qur’an)
dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-
perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah
adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan
Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

2. Dengan shalat kita memperoleh pahala dari sisi Allah.

***2:110***
110. Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja
yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala
nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang
kamu kerjakan.

3. Mendirikan shalt untuk menghilangkan kekhawatiran dan kesedihan.

***2:277***
277. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh,
mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di
sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak
(pula) mereka bersedih hati.

4. Mendirikan shalat untuk memperoleh ampunan dari Yang Maha Kuasa.

***5:12***
12. Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani
Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin
dan Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya
jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman
kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan
kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan
menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke
dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka
barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia
telah tersesat dari jalan yang lurus.

***33:33***
33. dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu
berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang
dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah
Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak
menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan
membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

5. Orang yang mendirikan shalat termasuk golongan orang yang mendapat
petunjuk.

***9:18***
18. Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang
beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan
shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain
kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk
golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

6. Dengan mendirikan shalat maka rahmat Allah akan didapatkannya.

***9:71***
71. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian
mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka
menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar,
mendirikan
shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at pada Allah dan
Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

7. Orang yang mendirikan shalat dijanjikan tempat yang baik di hari
akhir.

***13:22***
22. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya,
mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami
berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan
serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah
yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),

8. Mendirikan shalat untuk mengingat Allah disetiap waktu dan keadaan.

***20:14***
14. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak)
selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk
mengingat Aku.

9. Dengan mendirikan shalat Allah memberi karunia berupa rezeki dan
ketakwaan.

***20:132***
132. Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan
bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta
rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan
akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

10. Orang yang mendirikan – menegakkan shalat maka dia telah menegakkan
agama yang lurus dalam dirinya.

***98:5***
5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah
dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan)
agama yang lurus , dan supaya mereka mendirikan shalat
dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang
lurus.

Mudah-mudahan uraian ini bermanfaat dan menjadikan shalat anda lebih
khusyu’ lagi.

Wallahu a’lamu bishawab.

Saya yang bodoh

Ahmad Zubair


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: