32. Syahadat

19 12 2009

Assalamu alaikum Wr.Wb

> Dalam masalah sahadat saya ada beberapa pertanyaan yang singkat tetapi
> saya pikir sangat pundamental.
> Sering saya dengan dan saya saksikan orang non muslim untuk masuk ke Islam
> dengan ngucapkan sahadat. Yang diantaranya kata-katanya ” saya bersaksi
> bahwa tiada tuhan selain Allah……” Mohon bapak terangkan saksi yang di
> maksud itu apa. saksi ke siapa dan kapan saya harus bersaksi, apakah
> segampang itu kah makna dari kata saksi yang di maskudkan. karena saya
> pikir orang yang masuk islam, kelakuan tidak jauh berbeda dengan
> sebelumnya.
> Demikian pertanyaan dari saya
>
> Wassalam

Jawaban:

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Pertama masalah saksi, yang jelas pada saat seseorang mengucapkan kalimah
sahadat terdapat banyak saksi, antara lain dirinya sendiri, semua mahluk
yang ada pada jasadnya termasuk rambut, kulit, mata, telinga, akal, fikir
dsb, orang yang hadir disekelilingnya, Allah dan para Malaikatnya, semua
mahluk yang ada disekilingnya termasuk cahaya, angin, matahari, bumi, dan
mahluk-mahluk ghaib lainnya, dsb.

***10:61***
61. Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu
ayat dari Al Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu
pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu
melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun
sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada
yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu,
melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh
Mahfuzh).

***24:24***
24. pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi
atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

***6:130***
130. Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu
rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan
kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu
dengan hari ini? Mereka berkata: “Kami menjadi saksi atas diri
kami sendiri”, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka
menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah
orang-orang yang kafir.

***10:46***
46. Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari (siksa)
yang Kami ancamkan kepada mereka, (tentulah kamu akan
melihatnya) atau (jika) Kami wafatkan kamu (sebelum itu), maka
kepada Kami jualah mereka kembali, dan Allah menjadi
saksi atas apa yang mereka kerjakan.

Kemudian sudah barang tentu persaksian atau ikrarnya tersebut akan dimintai
pertanggung jawaban oleh Allah. Karena syahadat harus diikuti dengan
pelaksanaan. Pelaksanaan mempelajari ayat-ayat Allah dan Sunah Rasul,
pelaksanaan untuk mengamalkan apa-apa yang telah dipelajari.

Allah murka terhadap seseorang yang telah berjanji – berucap – berikrar
tetapi tidak dilaksanakan:

***61:2***
2. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan
sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
***61:3***
3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa
yang tidak kamu kerjakan.

Sebagai seorang yang telah berikrar mereka harus belajar, karena kalau tidak
mengerti atau bodoh, maka Allah akan memurkai mereka:

***8:22***
22. Sesungguhnya b i n a t a n g (makhluk) y a n g s e b u r u k – b u
r u k n y a pada sisi
Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang t i d a k m e n g e r t
i apa-apapun.

Bagaimana orang-orang tersebut dapat menjalankan tugasnya sebagai hamba
Allah kalau mereka tidak mengerti bagaimana perintah, larangan, aturan,
hukum dari yang Maha Kuasa. Oleh karena itu orang yang paling celaka adalah
orang yang tidak mengerti apa-apa dan tidak mau belajar.

Sebaliknya apabila seseorang sudah belajar tetapi tidak melaksanakan
perintah Allah maka merekapun dimurkai Allah, dan mendapat predikat
keledai, kafir, fasik dan zalim.

***62:5***
5. Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat (Kitabullah),
kemudian mereka t i a d a m e m i k u l n y a adalah seperti k e l e d a
i
yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan
kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada
memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

***7:40***
40. Sesungguhnya orang-orang yang m e n d u s t a k a n a y a t – a y a t
K a m i dan
m e n y o m b o n g k a n d i r i t e r h a d a p n y a, sekali-kali t
i d a k a k a n d i b u k a k a n b a g i
m e r e k a p i n t u – p i n t u l a n g i t dan t i d a k (pula)
mereka m a s u k s u r g a ,
hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi
pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.

***80:23***
23. Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang
diperintahkan Allah kepadanya.

***5:68***
68. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, k a m u t i d a k d i p a n d a n g b
e r a g a m a
s e d i k i t p u n h i n g g a k a m u m e n e g a k k a n a j a r
a n – a j a r a n T a u r a t , I n j i l , d a n
A l Q u r ‘ a n y a n g d i t u r u n k a n k e p a d a m u d a r
i T u h a n m u “. Sesungguhnya apa
yang d i t u r u n k a n k e p a d a m u d a r i T u h a n m u a
k a n m e n a m b a h
k e d u r h a k a a n d a n k e k a f i r a n k e p a d a k e b a
n y a k a n d a r i m e r e k a ; maka
janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

Tidak belajar salah, belajar tidak menjalankan salah. Tidak berikrar kepada
Allah (bersyahadat) kepada Allah salah, berikrar kepada Allah tidak
menjalankan perintahnya salah.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Wassalam,

Ahmad Zubair


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: