21. Implementasi Islam dalam kehidupan keseharian

19 12 2009

Pertanyaan saya adalah :

Apakah anda punya methode yang tepat untuk hal yang berkaitan dengan
penyeimbangan implementasi Islam dan Iman dalam kehidupan keseharian.

Assalamu’alikum wr wb,

Jawaban:

Ada dua hal yang harus kita perhatikan.

Yang pertama adalah pada tataran teorinya yang mendasarinya:
Di sini kita harus benar-benar berpegang pada firman Allah:
‘QS. Ad Dzariyaat: 56 : “Dan tidaklah kuciptakan manusia dan jin kecuali
untuk menyembah kepadaku”

Jadi pada hakekatnya kita melakukan aktifitas kehidupan adalah dalam rangka
beridabah kepada Allah. Untuk bisa mencapai maksud tersebut kita niatkan
segala amal kita untuk mencapai ridho Allah.
“Sesunguhnya setiap amal adalah tergantung niatnya….” (HR BUchari )

Lalu pada tataran prakteknya, kita benar-benar berpegang
haditsnya Rasullulah : “Apa-apa yang telah kami larang untukmu,
maka jauhilah dan apa-apa yang telah kami perintahkan kepadamu, maka
kerjakanlah sebisamu. Celakanya orang-orang sebelum kamu adalah karena banyak
pertanyaan dan perselisihan terhadap nabi-nabi mereka (tidak mau taat dan
patuh). (HR Buchari – Muslim)

Dengan demikian insyaAllah dengan sendirinya Islam itu terimplementasi dalam
kehidupan kita tanpa bertentangan dengan keseharian kita, karena itu masih
dalam kerangka ibadah kepada Allah.

Sebagai contoh:
Kita bekerja menghidupi keluarga — bukankah ini juga Allah perintahkan?,
tinggal bagaimana kita meniatkannya, berarti ini adalah ibadah kita. Dan
ibadah itu baru akan diterima kalau benar dalam niat dan pelaksanaan. Jadi
akan menjadi implementasi keimanan kita kalau kita benar-benar menjaga
kehalalannya, dan menjauhi hal-hal yang bisa membatalkan nilai ibadahnya,
misal korupsi, curang terhadap kolega, suap, dsb.
Kemudian setelah dapat gaji, itupun akan diterima sebagai ibadah jika kita
laksanakan hak harta yang kita terima yaitu zakat dan infaq.

Wallahu a’lam
wassalam wr wb

Dani

Pertanyaan saya adalah :

Apakah anda punya methode yang tepat untuk hal yang berkaitan dengan
penyeimbangan implementasi Islam dan Iman dalam kehidupan keseharian.

Jawab :

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kita semua menginginkan seperti Bapak, rasanya yang mungkin adalah berbagi
cerita dan pengalaman.

Pendapat yang saya yakini adalah bahwa Iman memang sudah mempunyai bibit
dalam diri setiap kita, ia inheren dalam fitrah ( kemanusiaan ) yang di
anugerahkan Allah SWT. Iman itu energi yang memiliki sifat melawan setiap
yang tidak dikehendaki Allah.

Jika manusia beraktifitas, energi keimanan itu mewarnai bentuk aktifitas
tersebut. Artinya semakin steril dan kuat energi keimanan itu akan semakin
kuat mempengaruhi tindak laku.

Bisikan Syaitan ( Waswaas Al-Khannas ) pada bagian Hawa nafsu di dalam hati,
berupaya menutupi dan menyaingi/meredupkan energi keimanan sehingga tak
mampu termunculkan pada prilaku berupa ihsan ( kebaikan ).

Syatanic-Energi dan energi keimanan inilah yang selalu berebutan menguasai
saraf-saraf gerak kita, dan prilaku yang muncul kemudian dapat menjadi
pertanda mana diantara dua kekuatan itu yang lebih kuat pengaruhnya pada
syaraf-syaraf gerak kita.

Dalam Kitab riadlusshalihin dan Al-Tibyaan, Imam Nawawi menganjurkan untuk
membaca ayat suci Al-Qur’an minimal seratus ayat, untuk menjadi ransum rutin
harian hati kita agar energi keimanan selalu dapat lebih kuat sehingga dapat
menandingi Syatanic energi.

Sering saya rasakan kekalalah beruntun energi keimanan saya adalah akibat
sering lupa memberi makan qalbu/hati dengan bacaan Al-Qur’an.

Demikian semoga bermanfaat.dan saya tunggu pengalaman dari bapak

Wassalam
Hasanain Juaini


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: