17. Tentang “Khilafah Islamiyah”

19 12 2009

Beberapa bulan yang lalu saya sempat mengahadiri kongres khilafah
islamiyah pertama di IPB Bogor dan kedua di Senayan Jakarta, dari kedua
kongres itu saya belum mendapatkan gambaran yang pas diantaranya:

1. apakah kita mengumpulkan ummat dulu baru seorang khoilifah/imam
atau seorang kholifah/imam dulu baru membina umat ?.
2. dari kelompok mana yang akan menegakkan/mendirikan khilafah islamiyah
karena banyak kelompok yang juga ingin mendirikan?.

wassalam

Jawaban:

Ass.wr.wb.

Maaf kalau saya mengirimkan kpd beberapa saudara kita yg lain sebab
kelihatannya pertanyaan dan pembicaraannya satu jurusan. Siapa tahu ada
masukan dan manfaatnya bagi kita semua.

Sekali lagi maaf, saya agak merasa heran, apakah pada saat kongres itu tdk
membawa, menyertakan dan membicarakan dalil-dalilnya sehingga masih belum
jelas dasar pembentukannya?

Minimal kita perhatikan dalil di bawah ini:
HR.Abu Dawud: Ketika tiga orang keluar dalam bepergian maka mereka harus
mengangkat Amir pada salah-satu mereka.
HR.Ahmad berbunyinya kira-kira: tdk halal bg 3 org yg berada di permukaan
bumi ini kecuali menjadikan salah satu dari mereka sbg Amir.

Dgn demikian maka kira-kira ada cukup umat (tiga sdh ok menurut dalil di
atas), angkat salah satu menjadi imamnya dgn menggunakan persyaratan yg
telah ada dalam Al-Quraan dan Al-Hadits. Setelah itu tentu akan terbentuk
Imam dan Jamaah sebab menurut sebuah dalil bahwasanya tdk ada Islam kecuali
dgn berjama’ah dan tidak ada Jama’ah kecuali dgn berAmir/berImam.

Saya tambahkan betapa pentingnya punya Imam.
HR.Ahmad (kira-kira Juz 2): Barang siapa yang mati dengan tanpa Imam (tidak
beramir) kemudian dia mati maka matinya mati jahiliyah.
HR.Muslim Kitab imaroh (kira-kira Juz 6): Barang siapa yang taat padaku
(kata Nabi SAW) maka sunguh-sungguh dia taat kpd Allah dan barang siapa yang
menetang padaku maka dia menentang pada Allah dan barang siapa yang taat
pada Amir maka sungguh-sungguh dia taat padaku dan barang siapa yang
menentang pada Amir maka sungguh-sungguh dia menentang padaku.

Lalu kelompok mana yg akan menegakkan? terlalu sulit utk dibicarakan sekali
lewat. Perlu pengkajian yg sangat mendalam, tanpa kefahaman yg mendlm maka
akan mengakibatkan kesalah-pengertian. Kalaupun saat ini atau nanti akan
tumbuh banyak kelompok yg mengangkat imam maka perlu bagi kita utk
mempelajari mana yg benar-benar sesuai dgn Al-Quraan dan Al-Hadits.

So, kunci terakhir adalah bagaimana kita mendalami Al-Quraan dan Al-Hadits.
Karena dari pendalaman itulah kita akan mendapatkan/mempunyai referensi, tdk
hanya sekedar ikut-ikutan. Sdh ada dalilnya bahwa di akhir zaman akan ada
perpecahan umat menjadi beberapa kelompok yg masing-masing kelompok punya
aturan tersendiri. Mana yg kita pilih, tentu yg sama dgn apa yg dilakukan
Rosulullah, Para sahabat dan Para pengikutnya. Lalu yg mana itu? mari kita
kaji bersama-sama, setelah itu lalu kita berkongres lagi.

Maaf salah-kurangnya. Kalau ada komen atau tambahan saya tunggu.

Wass.wr.wb.
Wardhana Hadi S


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: