13. Metode pengenalan Islam bagi pemula/anak-anak

19 12 2009

Assalaamu’alaikum wr.wb.

Puji syukur pada Allah yang telah mempertemukan saya dengan seorang teman,
karena berkat rahmatnya ini saya mendapat informasi mengenai kajian islam
disini.

Ustadz! alhamdulillah saat ini saya punya sekelompok pengajian yang terdiri
dari anak-anak antara usia 5 s.d 12 tahun. Kegiatan ini baru berlangsung
kira-kira satu bulan. Untuk saat ini materi yang diberikan adalah metoda
iqro dan pengenalan Islam untuk pemula. Kira-kira metode apa yang paling
tepat yang harus saya terapkan, karena bagaimanapun mereka adalah generasi
yang insya Allah menjadi penerus kita dalam memperjuangkan islam, harapan
saya mereka tidak hanya sekeda tahu bagaimana membaca Al-qur’an dan bagaimana
melaksanakan ibadah yang sifatnya ritual tanpa mengenal lebih dalam tentang
Al-qur’an itu sendiri, sehingga nantinya mereka membaca Al-qur’an tidak
hanya sekedar untuk mengejar pahala, tetapi untuk menjadikan Al-qur’an
sebagai patunjuk.

Sekian saja dulu pertanyaan saya insya Allah jika diberi umur panjang saya
akan banyak lagi berkonsultasi. Semoga Allah senantiasa meridhai semua yang
telah kita lakukan dan menjauhkan kita dari ujub dan takabur, amin.

Jazakumullah khairon katsiro,
Saudaramu yang dhaif

Jawaban:

Assalamualaikum,

Alhamdulillah, semoga Allah SWT memudahkan jihad Ukht dalam upaya membesarkan
syiar kebenaran.

Sesuai pengalaman saya pribadi dan beberapa teman, sistem IQRA termasuk
pemahaman Islam Pemula, cukup bagus untuk anak-anak seumur tersebut. Walaupun
tentunya, dalam menyampaikan materi-materi keislaman tidak harus stick (terikat)
dengan apa yang ada di modul tersebut. Melainkan kalau bisa, dapat dikaji lebih
jauh dari beberapa buku Islam dan disajikan kepada mereka sesuai tingkatan
pemahaman mereka.

Ada satu hal yang ingin saya tekankan di sini, bahwa pembinaan sistem IQRA
hanya akan berhasil jika didukung oleh kerjasama yang baik dari pihak orang tua.
Mungkin dalam hal membaca akan berjalan walau dukungannya kecil dari orang tua.
Namun untuk pemahaman atau wawasan keislaman, diperlukan kerjasama yang baik dari
pihak orang tua. Hal ini saya garis bawahi, sebab terkadang pemberian wawasan
keislaman menjadi sirna karena dalam rumah tangga itu sendiri tidak atau kurang
mencerminkan wawasan atau pemahaman keislaman yang telah disampaikan ke anak-anak
tersebut.

Sebagai contoh, kita ajarkan shalat 5 waktu. Namun di rumah mereka saksikan
orang tua mereka sendiri tidak melakukannya, maka terkadang kembali mereka
berfikir bahwa kewajiban shalat itu hanya pada saat bersama gurunya di sekolah
atau mushallah.

This is a real challenge, namun jika diaddress dengan bijak, akan ada jalan
keluarnya.

Wassalam,
M. Syamsi Ali
New York


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: