13. Menunda kehamilan

19 12 2009

Ass.Wr.Wb.

Saya seorang mhsw di Eropa, saat ini sedang berfikir untuk segera menikahi
calon saya yang juga sedang kuliah di sini, namun berbeda negara. Pikiran
itu tiba tiba muncul karena saya merasa sangat tenang dan damai setelah
menemuinya (ditempat saya tak ada orang Indo), shg terlintas untuk
menikahinya.

Saya belum membicarakannya dgn calon saya, karena saya harus
mempertimbangkan banyak hal (biaya, dll), namun satu yang mengganjal bagi
saya, apakah pantas jika seseorang menikah namun berniat untuk menunda
kehamilan (karena alasan konsentrasi studi)? Karena sejauh yang saya tangkap
tujuan utama adalah mendapatkan keturunan secepat mungkin.

Tolong bantu saya.

Terima Kasih.
Wassalam

Jawaban:

Assalamualaikum wr.wb.

Pada dasarnya tujuan perkawinan adalah mewujudkan keluarga yang sakinah dan
menjaga kedua pelah pihak dari perbuatan yang dilarang oleh agama. Akan
tetapo untuk urusan anak, Islam menyerahkan keputusan tersebut kepada suami
istri. Hanya saja menurut hemat saya, anak yang merupakan karunia Allah
tidak seharusnya ditunda kelahirannya. Memang ada beberapa pertimbangan
pasangan yang baru menikah untuk menunda kelahiran anaknya, tapi saya rasa
masalah rizqi akan dibukakan pintu oleh ALlah asalkan anda berusaha.

Wallahu A’alam bi Shawab
Wassalamualaikum wr.wb.

A.K. Anwar


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: