12. Kriteria “Bid’ah”

19 12 2009

Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Saya ingin mengetahui kriteria yang jelas untuk membedakan apakah suatu
amalan itu (khususnya yang pada masa Rosulululloh SAW tidak ada)bid’ah atau
bukan bid’ah.
Seorang kawan saya pernah mengatakan bahwa peringatan maulid nabi itu
termasuk bid’ah, benarkah ? Mohon dijelaskan.
wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Jawaban:

Wa ‘Alaikum salam.
Bid’ah dalam arti bahasa bermakna penemuan baru (innovation). Jadi segala
sesuatu yang baru disebutkan bid’ah. Jika konsep bid’ah ini dihubungkan
dengan Islam, maka segala sesuatu yang baru dan sebelumnya tidak pernah
dikenal di zaman Nabi dapat disebut bid’ah. Rasulullah pernah dalam sebuah
hadith menjelaskan tentang bid’ah yang arti singkatnya “semua yang ‘bid’ah
adalah menyesatkan (dhalaalah), dan setiap yang menyesatkan akan dicampakkan
ke api neraka”. Nabi dalam hadith tersebut tidak secara rinci mengupas
kriteria dan bentuk tindakan yang tergolong bid’ah.
Lalu kemudian ulama mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan konsep
nabawi tentang bid’ah di atas. Dalam pemahasan mereka, bid’ah ada dua macam,
yaitu bid’ah “hasanah” (baik) dan bid’ah “sayyiah” (buruk). Bid’ah dapat
dikategorikan sebagai ‘hasanah’jika ia tidak bertentangan dengan ajaran
dasar Islam (keimanan, hukum dan moralitas/akhlak). Sebaliknya bid’ah yang
bertentangan dengan ajaran Islam dianggapkan bid’ah menyesatkan, dan inilah
bentuk bid’ah yang ditolak oleh Islam. Contoh, segala tindakan yang
menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, atau ajaran Islam TELU
di salah satu suku di NTB, atau di komunitas kampung naga di Jawa Barat.
Bid’ah dhalaalah biasanya berkaitan dengan masalah ritual/ibadah dan
keimanan. Kenapa? karena ajaran Islam sangat ketak dalam kedua masalah ini.
Dalam teori hukum Islam dikenal prinsip hukum yang berbunyi “PADA PRINSIPNYA
IBADAH ADALAH HARAM, KECUALI JIKA ADA DALIL YANG
MEMPERBOLEHKAN/MENGANJURKANNYA”. Petunjuk singkat untuk mengenali bid’ah
yang sesat dan menyesatkan adalah sebagai berikut.
Pertama, jika ada ajaran ritual, keimanan dan ajaran moralitas dalam
kehidupan kita sehari-hari yang bertentangan dengan ajaran prinsifil Islam
(seperti keesaan Alllah dan keadilan), maka ada kecenderungan ajaran
tersebut mendekati kawasan bid’ah.
Kedua, jika kita menemukan segala bentuk ajaran yang tidak jelas ujung
pangkalnya (juntrungannya), maka ada baiknya kita hati-hati, dan lebih baik
lagi jika masalah tersebut ditanyakan kepada orang yang betul mengerti agama
(al-Qur’an mengatakan “JIKA ANDA TIDAK MENGERTI TENTANG SEESUATU,
TANYAKANLAH KEPADA PAKARNYA).
Mudah-mudahan sedikit dapat menjawab permasalahan yang saudari tanyakan.
Wa Allah ‘alam bi-shawab.
Wassalam, Montrean, 24 April 2000
N.Aini


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: