08. Tentang wakaf

19 12 2009

> 1.Tolong jelaskan dengan sedetail mungkin tentang pemahaman masyarakat
dalam masalah wakaf?
> 2.Tolong jelaskan pula pendayagunaan wakaf dalam hukum islam sedetail
mungkin?

Jawaban:

Assalamu’alaikum wr.wb.
Mudah-mudahan saudara penanya tidak kecewa jika jawaban kami sangat
sederhana sesuai dengan tingkat keilmuan kami.
1. Wakaf dalam ajaran Islam disunatkan. Bahkan, wakaf dapat dikategorikan
sebagai satu bentuk amal jariah, yaitu amal ibadah yang pahalanya terus
mengalir selama barang yang diwakaf masih difungsikan.
2. Karena wakaf diorientasikan untuk tujuan jangka panjang, maka barang yang
diwakafkan sering diidentikkan dengan barang-barang tidak bergerak seperti
tanah, rumah, bangunan untuk sarana ibadah dan sosial, dan lain-lain.
3. Karena nilai wakaf diukur dengan standard kontinuitas kegunaan harta yang
diwakaf tersebut, maka dalam fiqh ada mazhab yang tidak memperbolehkan umat
Islam untuk mengubah bentuk/memugar/merekonstruksi bangunan yang telah
diwakafkan.
4. Bahkan dalam praktek keseharian (berdasarkan pemahaman yang sangat
formal/kaku), tidak jarang fihak panitia pembangunan mesjid kebingungan
untuk menerima wakaf sesuai dengan permintaan masing-masing orang yang
berwakaf. Umpama, banyak orang minta tegel/kramik/marmer atau semen yang
diwakafkannya dipasang di bagian kubah mesjid dimana imam biasanya memimpin
salat. Tujuan agar nilai fungsional wakaf dapat maksimal. (lah bagaimana
dengan ubin yang akan dipasang dipojokan wc atau di tempat yang jarang
digunakan orang; tentunya pengertian ajaran Islam tentang wakaf tidak
sekaku/sesempit ini).
5. Tetapi Imam Hanafi memperbolehkan umat Islam untuk mengubah bentuk harta
wakaf, bahkan untuk menjualnya. Berbeda dengan aliran Syafi’iyah, Imam
Hanafi lebih menekankan prinsip kegunaan harta wakaf. Untuk mengoptimalkan
nilai fungsinal wakaf, maka umat Islam boleh saja mengubah struktur/bentuk
harta yang diwakafkan, contoh kita boleh menjual tanah wakaf di pusat kota
dengan harga mahal, lalu kemudian dibelikan dengan tanah yang lebih luas di
pinggiran kota.
6. Dalam sejarahnya, di Timur Tengah, lembaga wakaf memainkan peranan yang
sangat penting. Jika di Indonesia, wakaf hanya (cenderung) diidentikkan
dengan mesjid, tanah makam, sekolah, dan fasilitas sosial lainnya, di Timur
Tengah, lembaga wakaf difungsikan untuk menunjangkan nadi kegiatan sosial
nirlaba. Para pengelola kegiatan sosial tersebut diberi hak guna
usaha/bangunan untuk memanfaatkan harta wakaf guna menunjang usaha
sosialnya.
7. Bahkan lebih jauh, lembaga wakaf juga difungsikan untuk tujuan menunjang
ekonomi umat. Dengan kata lain, kami ingin menegaskan bahwa pendayagunaan
harta wakaf boleh saja berbeda dengan “khittah formal” dengan syarat
pendayagunaan tersebut akan dapat melipatgandakan nilai fungsinal harta
wakaf. Dan pendayagunaan harta wakaf dapat dalam bentuk yang sangat
variatif; tidak hanya untuk tujuan ibadah semata seperti pembangunan mesjid,
tetapi juga untuk tujuan sosial lainnya.
Catatan:
1. jika saudara berkeinginan mendalami permasalahan pendayagunaan harta
wakaf dalam sejarah Islam, kami kebetulan mengoleksikan beberapa buku yang
bahasannya cukup kritik.
2. Ketentuan hukum wakaf di Indonesia dapat disimak pada buku Kompilasi
Hukum Islam di Indonesia, dan prosedur pengelolaan wakaf dapat ditanyakan di
KUA, karena kantor ini diberi wewenang sebagai lembaga yang mencatat harta
wakaf di Indonesia.
Sekian, wa Allah a’lam bi l-shawab.
Montreal
N.Aini


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: