03. Pandangan Islam terhadap hal-hal ghaib

19 12 2009

> Baru-baru ini saudara saya (perempuan dengan 4 orang anak) meninggal
dunia dalam usia muda.Kami sekeluarga begitu terpukul dan wajar saja timbul
pertanyaan mengapa semuanya bisa terjadi.Akhirnya kami menghubungkan dengan
‘rumah’.Dibelakang rumah saudara saya, sebelumnya ada seorang ibu muda yang
juga meninggal.Tiga bulan sebelumnya saudara saya mengaku bermimpi
mendengar suara tangis dari tetangganya yang sudah meninggal tersebut
setiap malam.Anehnya ternyata kuburan mereka berdekatan , persis seperti
posisi rumah.
>
> Yang ingin saya tanyakan, benarkah kekuatan gaib selain Allah bisa
mengambil nyawa seseorang. Seperti misalnya ada wilayah keramat yang selalu
minta korban ?
>
> Saya sendiri percaya bahwa yang berkuasa mengambil nyawa manusia hanya
Allah semata. Tapi bagaimana pandangan Islam tentang hal-hal gaib seperti
itu ?

Jawaban:

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Allahlah yang menetapkan kematian seseorang, bukan mahluk lain.

Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan
ajal(kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk
berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya),
kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). (QS. 6:2)

Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali, tidak
dapat dikalahkan, (QS. 56:60)

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu
di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika memperoleh kebaikan,
mereka mengatakan:”Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa
sesuatu bencana mereka mengatakan:”Ini (datangnya) dari sisi kamu
(Muhammad)”. Katakanlah:”Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa
orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan
sedikitpun. (QS. 4:78)

Sedangkan penyebab kematian itu bermacam-macam, bisa karena kecelakaan,
karena sakit, karena uzur, karena minum racun, karena terkena benda ghaib
dan sebagainya. Allah sangat kuasa untuk menentukan kematian seseorang
dengan cara apapun. Namun ajal itu sendiri sudah ditetapkan Alah sejak
manusia dalam kandungan ibunya.

Tidak ada suatu ummat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula)
dapat mengundurkan(nya). (QS. 15:5)

Katakanlah:”Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula)
kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap
umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak
dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).
(QS. 10:49)

Wassalam,

Ahmad Zubair


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: