02. slam Jama’ah

19 12 2009

Saya mendapatkan hadist bahwa orang Islam harus hidup berjamaah dan tidak
boleh firqoh. Pertanyaan saya macam mana itu ? Siapa yang menjadi amir kita?
Bukankah presiden tidak mengurus urusan agama kita ? buktinya zakat tidak
ada paksaan atasnya padahal Rasulullah saw dulu memaksakan hal itu. Saya
kira konsep di Iran itu bagus, yaa ada imam, ada kepala negara. Mengapa di
negeri ini tidak ada imam / amir ?
Malah pada hadist yang lain saya baca bahwa jika tidak ada amir, kita lebih
baik pergi ke hutan dan makan akar-akaran itu lebih baik.
Mohon tanggapan
Wassalam

Jawaban:

Assalaamu’alaikum wr.wb.

Pertanyaan saya, dari mana anda mendapatkannya? siapa yang meriwayatkan
hadits itu?

President tidak sama dengan Imam atau Amir. Imam atau Amir pasti diangkat
menggunakan hukum-hukum Islam, sedangkan Presiden belum tentu
diangkat/dipilih menggunakan hukum-hukum Islam.

Untuk hadits yang terakhir, ada yang lebih serem. Minimal anda buka HR.Abi
Dawud, Kitab Sunnah, bahwa jika tidak punya Imam sama halnya dengan tidak
ada Tali Islam di lehernya.

Itulah yang mesti kita cari saat ini, mana jama’atal-muslimin yang mesti
kita tetapi itu.

Maaf salah kurangnya. Wassalaamu’alaikum wr.wb.

Pertayaan:

Ingin bertanyakan tentang islam jamaah.Pandangan dan aktivitas mereka mengenai jamaah
dan jihad. Apakah dibolehkan mengikuti kumpulan mereka. Mohon penjelasan

Jawaban:

Alaikum salam.

Dalam Islam banyak kelompok, termasuk Islam Jamaah. Karena kami sendiri bukan anggota
perkumpulan tersebut, maka kami tidak tahu persis ajaran mereka. Berikut sedikit
informasi tentang kelompok ini sesuai dengan dialog kami bersama orang-orang yang sering
bersinggungan langsung dengan kelompok Islam Jamaah [kalau salah tolong
dikoreksi].

Aliran ini sedikit agak tertutup. Bahkan mereka mempunyai ajaran yang relatif eksklusif,
mirip ajaran Khawarij dulu. Contohnya, ada norma bahwa mereka yang mengaku muslim, dan
berniat masuk kelompok mereka, harus dibait lebih dahulu, disyahadatkan lagi di depan
“imam” mereka. Dan orang yang tidak atau belum mengucapkan bait tersebut, belum diakui
keislamannya. Oleh sebab itu, pernah terjadi, seorang anak gadis anggota kelompak ini
menolak untuk dinikahkan oleh walinya [orangtua kandung], dengan alasan orangtuanya
belum ‘muslim’ menurut konsep mereka.

Boleh saja ikut dengan penuh kesadaran dan daya kritis. Catatan penting. Tanda-tanda
ajaran “sesat” biasanya gurunya tidak mau ditanya macem-macem, cenderung tidak terbuka.
Kalau ada hal yang tidak wajar, biasanya langsung dikatakan memang dari sononya, persis
seperti petuah sang dukun cabul ketika memangsa korbannya. Tapi ingat kelompok Islam itu
banyak, bahkan Nabi pernah mengingatkan umat Islam akan terpecah menjadi kelompok
beragam. Dan ingat, dari semua itu, hanya ada satu kelompok yang benar dan akan masuk
surga. Apa patokan untuk mengukur kebenaran ajaran satu kelompok Islam? Jawabannya mudah
saja. Lihat sebuah hadith yang merupakan ceramah Nabi yang terakhir beliau sampaikan
pada saat haji wada’, yaitu Islam yang benar itu berpedoman kepada Kitab Suci al-Qur’an
dan Hadith Nabi. Oleh sebab itu, jika saudara menemukan kejanggalan ajaran dari satu
kelompok Islam, tentunya tidak hanya kelompok Islam jamaah [ini bukan
tuduhan bahwa
ajaran Islam Jamaah itu salah], maka cepat-cepat saudara rujukan kepada dan ke dalam
kedua sumber ajaran tadi. Artinya, jangan malas belajar al-Qur’an dan Hadtih, karena
keduanya sebagai petunjuk bagi umat Islam. Cara belajarnya mudah saja, tinggal tanya
orang dianggap lebih tahu. Toh banyak media yang dapat menfasilitasi kita untuk belajar
agama. Yang penting ada kemauannya. Okey,Just Do it. Semoga berhasil.

Wassalam, Montreal, Canada, 22 Desember 1999


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: