BAB 7: MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA

16 12 2009

BAB 7: MEMAKAI GELANG DAN SEJENISNYA UNTUK MENANGKAL BAHAYA ADALAH PERBUATAN SYIRIK

[Dimulai dengan bab ini, penulis hendak menerangkan lebih lanjut
tentang pengertian tauhid dan syahadat “La Ilaha Illallah”, dengan
menyebutkan hal-hal yang bertentangan dengannya, yaitu : syirik dan
macam-macamnya, baik yang akbar maupun yang ashghor, karena dengan
mengenal syirik sebagai lawan tauhid akan jelas sekali pengertian yang
sebenarnya dari tauhid dan syahadat “La Ilah Illah”.]

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]قل أفرأيتم ما تدعون من دون الله إن أرادني الله بضر هل هن كاشفات ضره أو أرادني برحمة هل هن ممسكات رحمته قل حسبي الله عليه يتوكل المتوكلون[

“Katakanlah (hai Muhammad kepada orang-orang musyrik) : terangkanlah
kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak
mendatangkan kemudharotan kepadaku, apakah berhala-berhala itu dapat
menghilangkan kemudharotan itu ?, atau jika Allah menghendaki untuk
melimpahkan suatu rahmat kepadaku apakah mereka mampu menahan rahmatNya
?, katakanlah : cukuplah Allah bagiku, hanya kepadaNyalah orang orang
yang berserah diri bertawakkal.” (QS. Az zumar, 38)

Imron bin Husain Radhiallahu’anhu menuturkan bahwa Rasulullah
Shallallahu’alaihi wasallam melihat seorang laki-laki memakai gelang
yang terbuat dari kuningan, kemudian beliau bertanya :

“ما هذه ؟، قال : من الواهنة، فقال : انزعها فإنها لا تزيدك إلا وهنا،
فإنك لو مت وهي عليك ما أفلحت أبدا “

“Apakah itu ?”, orang laki-laki itu menjawab : “Gelang penangkal
penyakit”, lalu Nabi bersabda : “Lepaskan gelang itu, karena
sesungguhnya ia tidak akan menambah kecuali kelemahan pada dirimu, dan
jika kamu mati sedangkan gelang ini masih ada pada tubuhmu maka kamu
tidak akan beruntung selama lamanya.” (HR. Ahmad dengan sanad yang bisa
diterima)

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad pula dari Uqbah bin Amir, dalam hadits
yang marfu’, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من تعلق تميمة فلا أتم الله له، ومن تعلق ودعة فلا ودع الله له”، وفي
رواية :” من تعلق تميمة فقد أشرك”.

“Barang siapa yang menggantungkan tamimah maka Allah tidak akan
mengabulkan keinginannya, dan barang siapa yang menggantungkan Wada’ah
maka Allah tidak akan memberikan ketenangan kepadanya”, dan dalam
riwayat yang lain Rasul bersabda : “Barang siapa yang menggantungkan
tamimah maka ia telah berbuat kemusyrikan”.

[Tamimah : sesuatu yang dikalungkan di leher anak anak sebagai
penangkal atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan oleh
rasa dengki seseorang, dan lain sebagainya.]

Wada’ah : sesuatu yang diambil dari laut, menyerupai rumah kerang, menurut anggapan orang orang jahiliyah dapat digunakan sebagai penangkal penyakit. Termasuk dalam pengertian ini adalah jimat]

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Hudzaifah bahwa ia melihat seorang laki-laki yang ditangannya ada benang untuk mengobati sakit panas, maka dia putuskan benang itu seraya membaca firman Allah Subhanahu wata’ala :

]وما يؤمن أكثرهم بالله إلا وهم مشركون[

“Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sesembahan sesembahan lain). (QS. Yusuf, 106).

Kandungan bab ini :

Larangan keras memakai gelang, benang dan sejenisnya untuk tujuan-tujuan seperti tersebut diatas.

Dikatakan bahwa sahabat Nabi tadi apabila mati sedangkan gelang (atau sejenisnya) itu masih melekat pada tubuhnya, maka ia tidak akan beruntung selamanya, ini menunjukkan kebenaran pernyataan para sahabat bahwa syirik kecil itu lebih berat dari pada dosa besar.

Syirik tidak dapat dimaafkan dengan alasan tidak mengerti.

Gelang, benang dan sejenisnya tidak berguna untuk menangkal atau mengusir suatu penyakit, bahkan ia bisa mendatangkan bahaya, seperti sabda Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam : “… karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu”.

Wajib mengingkari orang-orang yang melakukan perbuatan di atas.

Penjelasan bahwa orang yang menggantungkan sesuatu dengan tujuan di atas, maka Allah akan menjadikan orang tersebut memiliki ketergantungan pada barang tersebut.

Penjelasan bahwa orang yang menggantungkan tamimah telah melakukan perbuatan syirik.

Mengikatkan benang pada tubuh untuk mengobati penyakit panas adalah bagian dari syirik.

Pembacaan ayat di atas oleh Hudzaifah menunjukkan bahwa para sahabat menggunakan ayat-ayat yang berkaitan dengan syirik akbar sebagai dalil untuk syirik ashghor, sebagaimana penjelasan yang disebutkan oleh Ibnu Abbas dalam salah satu ayat yang ada dalam surat Al Baqarah.

Menggantungkan Wada’ah untuk mengusir atau menangkal penyakit, termasuk syirik.

Orang yang menggantungkan tamimah didoakan : “semoga Allah tidak akan mengabulkan keinginannya” dan orang yang menggantungkan wada’ah didoakan : “semoga Allah tidak memberikan ketenangan pada dirinya.”


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: