BAB 5: DAKWAH KEPADA SYAHADAT “LA ILAHA ILLALLAH”

16 12 2009

BAB 5: DAKWAH KEPADA SYAHADAT “LA ILAHA ILLALLAH”

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]قل هذه سبيلي أدعو إلى الله على بصيرة أنا ومن اتبعني وسبحان الله وما أنا من المشركين[

“Katakanlah : ”inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang
yang mengikutiku, aku berdakwah kepada Allah dengan hujjah yang nyata,
maha suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS.
Yusuf, 108)

Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu berkata : ketika Rasulullah
Shallallahu’alaihi wasallam mengutus Muadz bin Jabal ke Yaman beliau
bersabda kepadanya :

“إنك تأتي قوما من أهل الكتاب، فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله
إلا الله – وفي رواية : إلى أن يوحدوا الله -، فإن هم أطاعوك لذلك فأعلمهم
أن الله افترض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة، فإن هم أطاعوك لذلك
فأعلمهم أن الله افترض عليهم صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم، فإن
هم أطاعوك لذلك فإياك وكرائم أموالهم، واتق دعوة المظلوم فإنه ليس بينها
وبين الله حجاب”

“Sungguh kamu akan mendatangi orang-orang ahli kitab (Yahudi dan
Nasrani), maka hendaklah pertama kali yang harus kamu sampaikan kepada
mereka adalah syahadat La Ilaha Illallah – dalam riwayat yang lain
disebutkan “supaya mereka mentauhidkan Allah”-, jika mereka mematuhi
apa yang kamu dakwahkan, maka sampaikan kepada mereka bahwa Allah telah
mewajibkan kepada mereka sholat lima waktu dalam sehari semalam, jika
mereka telah mematuhi apa yang telah kamu sampaikan, maka sampaikanlah
kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat, yang
diambil dari orang-orang kaya diantara mereka dan diberikan pada
orang-orang yang fakir. Dan jika mereka telah mematuhi apa yang kamu
sampaikan, maka jauhkanlah dirimu dari harta pilihan mereka, dan
takutlah kamu dari doanya orang-orang yang teraniaya, karena
sesungguhnya tidak ada tabir penghalang antara doanya dan Allah” (HR.
Bukhori dan Muslim).

Dalam hadits yang lain, Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan
dari Sahl bin Sa’d, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam disaat
perang khaibar bersabda :

“لأعطين الراية غدا رجلا يحب الله ورسوله، ويحبه الله ورسوله، يفتح الله
على يديه”، فبات الناس يدوكون ليلتهم أيهم يعطاها، فلما أصبحوا غدوا على
رسول الله كلهم يرجون أن يعطاها، فقال : ” أين علي بن أبي طالب ؟، فقيل :
هو يشتكي عينيه، فأرسلوا إليه فأتي به، فبصق في عينيه ودعا له، فبرأ كأن
لم يكن به وجع، فأعطاه الراية، فقال :” انفذ على رسلك حتى تنـزل بساحتهم،
ثم ادعهم إلى الإسلام، وأخبرهم بما يجب عليهم من حق الله تعالى فيه،
فوالله لأن يهدي الله بك رجلا واحدا خير لك من حمر النعم”، يدوكون أي
يخوضون “.

“Sungguh akan aku serahkan bendera (komando perang) ini
besok pagi kepada orang yang mencintai Allah dan RasulNya, dan dia
dicintai oleh Allah dan RasulNya, Allah akan memberikan kemenangan
dengan sebab kedua tangannya”, maka semalam suntuk para sahabat
memperbincangkan siapakah diantara mereka yang akan diserahi bendera
itu, di pagi harinya mereka mendatangi Rasulullah,. masing-masing
berharap agar ia yang diserahi bendera tersebut, maka saat itu Rasul
bertanya : “di mana Ali bin Abi Tholib ?, mereka menjawab : dia sedang
sakit pada kedua matanya, kemudian mereka mengutus orang untuk
memanggilnya, dan datanglah ia, kemudian Rasul meludahi kedua matanya,
seketika itu dia sembuh seperti tidak pernah terkena penyakit, kemudian
Rasul menyerahkan bendera itu kepadanya dan bersabda : “melangkahlah
engkau kedepan dengan tenang hingga engkau sampai ditempat mereka,
kemudian ajaklah mereka kepada Islam ([1]), dan sampaikanlah kepada mereka akan hak-hak Allah dalam Islam, maka demi Allah, sungguh Allah memberi hidayah kepada seseorang dengan sebab kamu itu lebih baik dari onta-onta yang merah” ([2]).

Kandungan bab ini :

Dakwah kepada “ La Ilaha Illallah” adalah jalannya orang-orang yang setia mengikuti Rasulullah.

Peringatan akan pentingnya ikhlas [dalam berdakwah semata mata karena
Allah], sebab kebanyakan orang kalau mengajak kepada kebenaran, justru mereka mengajak kepada [kepentingan] dirinya sendiri.

Mengerti betul akan apa yang didakwahkan adalah termasuk kewajiban.

Termasuk bukti kebaikan tauhid, bahwa tauhid itu mengagungkan Allah.

Bukti kejelekan syirik, bahwa syirik itu merendahkan Allah.

Termasuk hal yang sangat penting adalah menjauhkan orang Islam dari lingkungan orang-orang musyrik, agar tidak menjadi seperti mereka, walaupun dia belum melakukan perbuatan syirik.

Tauhid adalah kewajiban pertama.

Tauhid adalah yang harus didakwahkan pertama kali sebelum mendakwahkan kewajiban yang lain termasuk sholat.

Pengertian “supaya mereka mentauhidkan Allah” adalah pengertian syahadat.

Seseorang terkadang termasuk ahli kitab, tapi ia tidak tahu pengertian syahadat yang sebenarnya, atau ia memahami namun tidak mengamalkannya.

Peringatan akan pentingnya sistem pengajaran dengan bertahap.

Yaitu dengan diawali dari hal yang sangat penting kemudian yang penting dan begitu seterusnya.

Salah satu sasaran pembagian zakat adalah orang fakir.

Kewajiban orang yang berilmu adalah menjelaskan tentang sesuatu yang masih diragukan oleh orang yang belajar.

Dilarang mengambil harta yang terbaik dalam penarikan zakat.

Menjaga diri dari berbuat dzolim terhadap seseorang.

Pemberitahuan bahwa do’a orang yang teraniaya itu dikabulkan.

Diantara bukti tauhid adalah ujian yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan para sahabat, seperti kesulitan, kelaparan maupun wabah penyakit.

Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “Demi Allah akan aku serahkan bendera …” adalah salah satu dari tanda-tanda kenabian beliau.

Kesembuhan kedua mata Ali, setelah diludahi Rasulullah adalah salah satu dari tanda-tanda kenabian beliau.

Keutamaan sahabat Ali bin Abi Tholib.

Keutamaan para sahabat Rasul, [karena hasrat mereka yang besar sekali
dalam kebaikan dan sikap mereka yang senantiasa berlomba-lomba dalam
mengerjakan amal sholeh] ini dapat dilihat dari perbincangan mereka dimalam [menjelang perang Khaibar, tentang siapakah diantara mereka
yang akan diserahi bendera komando perang, masing-masing mereka
menginginkan agar dirinyalah yang menjadi orang yang memperoleh
kehormatan itu].

Kewajiban mengimani takdir Allah, karena bendera tidak diserahkan kepada orang yang sudah berusaha, malah diserahkan kepada orang yang tidak berusaha untuk memperolehnya.

Adab di dalam berjihad, sebagaimana yang terkandung dalam sabda Rasul : “berangkatlah engkau dengan tenang”.

Disyariatkan untuk mendakwahi musuh sebelum memeranginya.

Syariat ini berlaku pula terhadap mereka yang sudah pernah didakwahi dan diperangi sebelumnya.

Dakwah harus dilaksanakan dengan bijaksana, sebagaimana yang diisyaratkan dalam sabda Nabi : “ … dan sampaikanlah kepada mereka tentang hak-hak Allah dalam Islam yang harus dilakukan”.

Wajib mengenal hak-hak Allah dalam Islam [3].

Kemuliaan dakwah, dan besarnya pahala bagi orang yang bisa memasukkan seorang saja kedalam Islam.

Diperbolehkan bersumpah dalam menyampaikan petunjuk.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: