BAB 4: TAKUT KEPADA SYIRIK

16 12 2009

BAB 4: TAKUT KEPADA SYIRIK

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء[

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa saja
yang dikehendakiNya”. (QS. An Nisa’, 48)

Nabi Ibrahim berkata :

]واجنبني وبني أن نعبد الأصنام[

“ ……. Dan jauhkanlah aku dan anak cucuku dari perbuatan (menyembah)
berhala”. (QS. Ibrahim, 35)

Diriwayatkan dalam suatu hadits, bahwa Rasulullah
Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر، فسئل عنه ؟ فقال : الرياء”

“Sesuatu yang paling aku khawatirkan dari kamu kalian adalah
perbuatan syirik kecil, kemudian beliau ditanya tentang itu, dan
beliaupun menjawab : yaitu riya’. (HR. Ahmad, Thobroni dan Abi Dawud).

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من مات وهو يدعو من دون الله ندا دخل النار”

“Barang siapa yang mati dalam keadaan menyembah sesembahan
selain Allah, maka masuklah ia kedalam neraka”. (HR. Bukhori)

Diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir Radhiallahu’anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من لقي الله لا يشرك به شيئا دخل الجنة ومن لقيه يشرك به شيئا دخل النا”

“Barang siapa yang menemui Allah (mati) dalam keadaan tidak
berbuat syirik kepadaNya, pasti ia masuk surga, dan barang siapa yang
menemuiNya (mati) dalam keadaan berbuat kemusyrikan maka pasti ia masuk
neraka”.

Kandungan bab ini :

Syirik adalah perbuatan dosa yang harus ditakuti dan dijauhi.

Riya’ termasuk perbuatan syirik.

Riya’ termasuk syirik kecil ([1]).

Riya’ adalah dosa yang paling ditakuti oleh Rasulullah terhadap orang orang sholeh.

Dekatnya sorga dan neraka.

Dekatnya sorga dan neraka telah sama-sama disebutkan dalam satu hadits.

Barang siapa yang mati tidak dalam kemusyrikan maka pasti ia masuk sorga, dan barang siapa yang mati dalam kemusyrikan maka pasti ia masuk neraka, meskipun ia termasuk orang yang banyak ibadahnya.

Hal yang sangat penting adalah permohonan Nabi Ibrahim untuk dirinya dan anak cucunya agar dijauhkan dari perbuatan menyembah berhala.

Nabi Ibrahim mengambil ibrah (pelajaran) dari keadaan sebagian besar manusia, bahwa mereka itu adalah sebagaimana perkataan beliau :

]رب إنهن أضللن كثيرا من الناس[

“Ya Rabb, sesungguhnya berhala berhala itu telah menyesatkan banyak orang” (QS. Ibrahim, 36).

Dalam bab ini mengandung penjelasan tentang maknaلا إله إلا الله sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhori, yaitu : membersihkan diri dari syirik dan pemurnian ibadah kepada Allah.

Keutamaan orang yang dirinya bersih dari kemusyrikan.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: