BAB 36: RIYA

16 12 2009

BAB 36: RIYA

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]قل إنما أنا بشر مثلكم يوحى إلي أنما إلهكم إله واحد، فمن كان يرجو لقاء ربه فليعمل عملا صالحا ولا يشرك بعبادة ربه أحدا[

“Katakanlah : “sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia
seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku : “bahwa sesungguhnya sesembahan
kamu adalah sesembahan yang Esa”, maka barang siapa yang mengharap
perjumpaan dengan Rabbnya hendaklah ia mengerjakan amal sholeh dan
janganlah ia berbuat kemusyrikan sedikitpun dalam beribadah kepada
Rabbnya.” (QS. Al Kahfi, 110).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu dalam hadits
marfu’, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Allah
Subhanahu wata’ala berfirman :

“أنا أغنى الشركاء عن الشرك، من عمل عملا أشرك معي فيه غيري تركته وشركه ”
رواه مسلم.

“Aku adalah Sekutu Yang Maha cukup sangat menolak perbuatan
syirik. Barang siapa yang mengerjakan amal perbuatan dengan dicampuri
perbuatan syirik kepadaKu, maka Aku tinggalkan ia bersama perbuatan
syiriknya itu” (HR. Muslim).

Diriwayatkan dari Abu Said Radhiallahu’anhu dalam hadits
marfu’ bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“ألا أخبركم بما هو أخوف عليكم عندي من المسيح الدجال ؟”, قالوا : بلى يا
رسول الله، قال : ” الشرك الخفي يقوم الرجل فيصلي فيزين صلاته لما يرى من
نظر رجل إليه ” رواه أحمد.

“Maukah kalian aku beritahu tentang sesuatu yang bagiku lebih
aku khawatirkan terhadap kamu dari pada Al Masih Ad dajjal ([2])?”, para sahabat menjawab : “baik, ya Rasulullah.”, kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “syirik yang tersembunyi, yaitu ketika seseorang berdiri melakukan sholat, ia perindah sholatnya itu karena mengetahui ada orang lain yang melihatnya” (HR. Ahmad).

Kandungan bab ini :

Penjelasan tentang ayat dalam surat Al Kahfi ([3]).

Masalah yang penting sekali, yaitu : pernyataan bahwa amal shalih apabila dicampuri dengan sesuatu yang bukan karena Allah, maka tidak akan diterima oleh Allah Tabaroka wata’ala.

Hal itu disebabkan karena Allah Subhanahu wata’ala adalah sembahan yang sangat menolak perbuatan syirik karena sifat ke Maha cukupanNya.

Sebab yang lain adalah karena Allah Subhanahu wata’ala adalah sekutu yang terbaik.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sangat khawatir apabila sahabatnya melakukan riya’.

Penjelasan tentang riya dengan menggunakan contoh sebagai berikut : seseorang melakukan sholat karena Allah, kemudian ia perindah sholatnya karena ada orang lain yang memperhatikannya.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: