BAB 32: TAKUT KEPADA ALLAH

16 12 2009

BAB 32: TAKUT KEPADA ALLAH

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]إنما ذلكم الشيطان يخوف أولياءه، فلا تخافوهم وخافوني إن كنتم مؤمنين[

“Sesungguhnya mereka itu tiada lain hanyalah syetan yang
menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik)
karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu
saja, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS. Ali Imran, 175).

]إنما يعمر مساجد الله من آمن بالله واليوم الآخر وأقام الصلاة وآتى الزكاة ولم يخش إلا الله فعسى أولئك أن يكونوا من المهتدين[.

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah
orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta tetap
mendirikan sholat, membayar zakat, dan tidak takut (kepada siapapun)
selain kepada Allah (saja), maka mereka itulah yang diharapkan termasuk
golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. At Taubah, 18).

]ومن الناس من يقول آمنا بالله فإذا أوذي في الله جعل فتنة الناس كعذاب الله ولئن جاء نصر من ربك ليقولن إنا كنا معكم أوليس الله بأعلم بما في صدور العالمين[

“Dan diantara manusia ada yang berkata : kami beriman kepada
Allah, tetapi apabila ia mendapat perlakuan yang menyakitkan karena
(imannya kepada) Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai adzab
Allah, dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti
akan berkata :“Sesungguhnya kami besertamu” bukankah Allah mengetahui
apa yang ada dalam dada semua manusia ?” (QS. Al ankabut, 10).

Diriwayatkan dalam hadits marfu’ dari Abu Said, Rasulullah
Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“إن من ضعف اليقين أن ترضي الناس بسخط الله، وأن تحمدهم على رزق الله، وأن
تذمهن على ما لم يؤتك الله، إن رزق الله لا يجره حرص حريص، ولا يرده
كراهية كاره”.

“Sesungguhnya termasuk lemahnya keyakinan adalah jika kamu
mencari ridho manusia dengan mendapat kemurkaan Allah, dan memuji
mereka atas rizki yang Allah berikan lewat perantaraannya, dan mencela
mereka atas dasar sesuatu yang belum diberikan Allah kepadamu melalui
mereka, ingat sesungguhnya rizki Allah tidak dapat didatangkan oleh
ketamakan orang yang tamak, dan tidak pula dapat digagalkan oleh
kebenciannya orang yang membenci”.

Diriwayatkan dari Aisyah, ra. Bahwa Rasulullah
Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“من التمس رضا الله بسخط الناس رضي الله عنه وأرضى عنه الناس، ومن التمس
رضا الناس بسخط الله سخط الله عليه وأسخط عليه الناس ” رواه ابن حبان في
صحيحه.

“Barangsiapa yang mencari Ridho Allah sekalipun dengan resiko
mendapatkan kemarahan manusia, maka Allah akan meridhoinya, dan akan
menjadikan manusia ridho kepadanya, dan barangsiapa yang mencari ridho
manusia dengan melakukan apa yang menimbulkan kemurkaan Allah, maka
Allah murka kepadanya, dan akan menjadikan manusia murka pula
kepadanya” (HR. Ibnu Hibban dalam kitab shohehnya).

Kandungan bab ini :

Penjelasan tentang ayat dalam surat Ali Imran ([1]).

Penjelasan tentang ayat dalam surat At Taubah ([2]).

Penjelasan tentang ayat dalam surat Al ‘Ankabut ([3]).

Keyakinan itu bisa menguat dan bisa melemah.

Tanda-tanda melemahnya keyakinan antara lain tiga perkara yang disebutkan dalam hadits Abu Said Radhiallahu’anhu diatas.

Memurnikan rasa takut hanya kepada Allah adalah termasuk kewajiban.

Adanya pahala bagi orang yang melakukannya.

Adanya ancaman bagi orang yang meninggalkannya.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: