BAB 31: CINTA KEPADA ALLAH

16 12 2009

BAB 31: CINTA KEPADA ALLAH

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]ومن الناس من يتخذ من دون الله أندادا يحبونهم كحب الله والذين آمنوا أشد حبا لله[

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang mengangkat
tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintaiNya sebagaimana
mencintai Allah, adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada
Allah.” (QS. Al Baqarah, 165).

]قل إن كان آباؤكم وأبناؤكم وإخوانكم وأزواجكم وعشيرتكم وأموال اقترفتموها وتجارة تخشون كسادها ومساكن ترضونها أحب إليكم من الله ورسوله وجهاد في سبيله فتربصوا حتى يأتي الله بأمره[

“Katakanlah jika babak-bapak, anak-anak, saudara-saudara,
istri-istri, keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan
yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tinggal yang kamu
sukai, itu lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya, dan daripada
berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan
keputusanNya” (QS. At taubah, 24).

Imam Bukhori dan Muslim meriwayatkan dari Anas
Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من ولده ووالده والناس أجمعين”.

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga aku
lebih dicintainya daripada anaknya, orang tuanya, dan manusia
seluruhnya”.

Juga diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dari Anas
Radhiallahu’anhu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“ثلاث من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان : أن يكون الله ورسوله أحب إليه
مما سواهما، وأن يحب المرء لا يحبه إلا لله، وأن يكره أن يعود في الكفر
بعد أن أنقذه الله منه كما يكره أن يقذف في النار”. وفي رواية : ” لا يجد
أحد حلاوة الإيمان حتى … إلى آخره.

“Ada tiga perkara, barang siapa terdapat di dalam dirinya
ketiga perkara itu, maka ia pasti mendapatkan manisnya iman, yaitu :
Allah dan RasulNya lebih ia cintai dari pada yang lain, mencintai
seseorang tiada lain hanya karena Allah, benci (tidak mau kembali)
kepada kekafiran setelah ia diselamatkan oleh Allah darinya,
sebagaimana ia benci kalau dicampakkan kedalam api”.

Dan disebutkan dalam riwayat lain : “Seseorang tidak akan
merasakan manisnya iman, sebelum …”dst.

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ia berkata :

“من أحب في الله، وأبغض في الله، ووالى في الله، وعادى في الله، فإنما
تنال ولاية الله بذلك، ولن يجد عبد طعم الإيمان وإن كثرت صلاته وصومه حتى
يكون كذلك، وقد صار عامة مؤاخاة الناس على أمر الدنيا، وذلك لا يجدي على
أهله شيئا” رواه ابن جرير.

“Barangsiapa yang mencintai seseorang karena Allah, membenci
karena Allah, membela Karena Allah, memusuhi karena Allah, maka
sesungguhnya kecintaan dan pertolongan Allah itu diperolehnya dengan
hal-hal tersebut, dan seorang hamba tidak akan bisa menemukan lezatnya
iman, meskipun banyak melakukan sholat dan puasa, sehingga ia bersikap
demikian. Pada umumnya persahabatan yang dijalin di antara manusia
dibangun atas dasar kepentingan dunia, dan itu tidak berguna sedikitpun
baginya”.

Ibnu Abbas menafsirkan firman Allah Subhanahu wata’ala :

]وتقطعت بهم الأسباب[ قال : المودة.

“ … dan putuslah hubungan di antara mereka” (QS. Al baqarah,
166). Ia mengatakan : yaitu kasih sayang.

Kandungan bab ini :

Penjelasan tentang ayat dalam surat Al Baqarah([1]).

Penjelasan tentang ayat dalam surat At Taubah([2]).

Wajib mencintai Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam lebih dari kecintaan terhadap diri sendiri, keluarga dan harta benda.

Pernyataan “tidak beriman” bukan berarti keluar dari Islam.

Iman itu memiliki rasa manis, kadang dapat diperoleh seseorang, dan kadangkala tidak.

Disebutkan empat sikap yang merupakan syarat mutlak untuk memperoleh kecintaan Allah. Dan seseorang tidak akan menemukan kelezatan iman kecuali dengan keempat sikap itu.

Pemahaman Ibnu Abbas terhadap realita, bahwa hubungan persahabatan antar sesama manusia pada umumnya dijalin atas dasar kepentingan duniawi.

Penjelasan tentang firman Allah : “ … dan terputuslah segala hubungan antara mereka sama sekali.([3])”

Disebutkan bahwa di antara orang-orang musyrik ada yang mencintai Allah dengan kecintaan yang sangat besar.

Ancaman terhadap seseorang yang mencintai kedelapan perkara diatas (orang tua, anak-anak, paman, keluarga, istri, harta kekayaan, tempat tinggal dan perniagaan) lebih dari cintanya terhadap agamanya.

Mempertuhankan selain Allah dengan mencintainya sebagaimana mencintai Allah adalah syirik akbar.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: