BAB 24: HUKUM S I H I R

16 12 2009

BAB 24: HUKUM S I H I R

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]ولقد علموا لمن اشتراه ما له في الآخرة من خلاق[

“Demi Allah, sesungguhnya orang-orang Yahudi itu telah meyakini bahwa
barang siapa yang menukar (kitab Allah) dengan sihir itu, maka tidak
akan mendapatkan bagian (keuntungan) di akherat” (QS. Al Baqarah, 102).

]يؤمنون بالجبت والطاغوت[

“Dan mereka beriman kepada Jibt dan Thoghut” (QS. An nisa’, 51).

Menurut penafsiran Umar bin Khothob Radhiallahu’anhu : Jibt
adalah sihir, sedangkan Thoghut adalah syetan.

Sedangkan Jabir Radhiallahu’anhu berkata : Thoghut adalah
para tukang ramal yang didatangi syetan, yang ada pada setiap kabilah.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“اجتنبوا السبع الموبقات، قالوا : يا رسول الله وما هن، قال : الشرك
بالله، والسحر، وقتل النفس التي حرم الله إلا بالحق، وأكل الربا، وأكل مال
اليتيم، والتولي يوم الزحف، وقذف المحصنات الغافلات المؤمنات”.

“Jauhilah tujuh perkara yang membawa kehancuran !, para
sahabat bertanya : “Apakah ketujuh perkara itu ya Rasulullah ?”, beliau
menjawab :” yaitu syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang
diharamkan Allah kecuali dengan sebab yang dibenarkan oleh agama, makan
riba, makan harta anak yatim, membelot dari peperangan, menuduh zina
terhadap wanita yang terjaga dirinya dari perbuatan dosa dan tidak
memikirkan untuk melakukan dosa, dan beriman kepada Allah” (HR. Bukhori
dan Muslim).

Diriwayatkan dari Jundub bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam bersabda dalam hadits marfu’ :

“حد الساحر ضربة بالسيف ” رواه الترمذي، وقال : الصحيح أنه موقوف.

“Hukuman bagi tukang sihir adalah dipenggal lehernya dengan
pedang” (HR. Imam Turmudzi, dan ia berkata : pendapat yang benar ini
perkataan sahabat).

Dalam shoheh Bukhori, dari Bajalah bin Abdah, ia berkata :
“Umar bin Khothob telah mewajibkan untuk membunuh setiap tukang sihir,
baik laki-laki maupun perempuan, maka kami telah membunuh tiga tukang
sihir.”

Dan dalam shoheh Bukhori juga, Hafsah, ra. telah
memerintahkan untuk membunuh budak perempuannya yang telah menyihirnya,
maka dibunuhlah ia, dan begitu juga riwayat yang shoheh dari Jundub.

Imam Ahmad berkata : “Diriwayatkan dalam hadits shoheh, bahwa
hukuman mati terhadap tukang sihir ini telah dilakukan oleh tiga orang
sahabat Nabi (Umar, Hafsah dan Jundub).

Kandungan bab ini :

Penjelasan tentang ayat yang terdapat dalam surat Al Baqarah ([1]).

Penjelasan tentang ayat yang terdapat dalam surat An Nisa’([2]).

Penjelasan tentang makna Jibt dan Thoghut, serta perbedaan antara keduanya.

Thoghut itu kadang-kadang dari jenis Jin, dan kadang-kadang dari jenis manusia.

Mengetahui tujuh perkara yang bisa menyebabkan kehancuran, yang dilarang secara khusus oleh Nabi.

Tukang sihir itu kafir.

Tukang sihir itu dihukum mati tanpa diminta taubat lebih dahulu.

Jika praktek sihir itu telah ada dikalangan kaum muslimin pada masa Umar, bisa dibayangkan bagaimana pada masa sesudahnya ?.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: