BAB 18: NABI SAW TIDAK DAPAT MEMBERI HIDAYAH KECUALI DENGAN KEHENDAK ALLAH

16 12 2009

BAB 18: NABI SAW TIDAK DAPAT MEMBERI HIDAYAH KECUALI DENGAN KEHENDAK ALLAH

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]إنك لا تهدى من أحببت ولكن الله يهدي من يشاء وهو أعلم بالمهتدين[

“Sesungguhnya kamu (hai Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah
(petunjuk) kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah lah yang memberi
petunjuk kepada siapa saja yang dikehendakiNya, dan Allah lebih
mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al qoshosh, 56)

Diriwayatkan dalam shoheh Bukhori, dari Ibnul Musayyab, bahwa
bapaknya berkata : “Ketika Abu Tholib akan meninggal dunia, maka
datanglah Rasulullah, dan pada saat itu Abdullah bin Abi Umayyah, dan
Abu Jahal ada disisinya, lalu Rasulullah bersabda kepadanya :

“يا عم، قل لا إله إلا الله كلمة أحاج لك بها عند الله”

“Wahai pamanku, ucapkanlah “la ilaha illallah” kalimat yang dapat aku
jadikan bukti untukmu dihadapan Allah”.

Tetapi Abdullah bin Abi Umayyah dan Abu Jahal berkata kepada
Abu Tholib : “Apakah kamu membenci agama Abdul Muthollib ?”, kemudian
Rasulullah mengulangi sabdanya lagi, dan mereka berduapun mengulangi
kata-katanya pula, maka ucapan terakhir yang dikatakan oleh Abu Tholib
adalah : bahwa ia tetap masih berada pada agamanya Abdul Mutholib, dan
dia menolak untuk mengucapkan kalimat la ilah illallah, kemudian
Rasulullah bersabda : “sungguh akan aku mintakan ampun untukmu pada
Allah, selama aku tidak dilarang”, lalu Allah menurunkan firmanNya :

]ما كان للنبي والذين آمنوا أن يستغفروا للمشركين[

“Tidak layak bagi seorang Nabi serta orang-orang yang beriman
memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik” (QS. Al
bara’ah, 113).

Dan berkaitan dengan Abu Tholib, Allah menurunkan firmanNya :

]إنك لا تهدي من أحببت ولكن الله يهدي من يشاء[

“Sesungguhnya kamu (hai Muhammad) tak sanggup memberikan hidayah)
petunjuk) kepada orang-orang yang kamu cintai, akan tetapi Allah lah
yang memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakiNya” (QS. Al
Qoshosh, 57)

Kandungan bab ini :

Penjelasan tentang ayat 57 surat Al Qoshosh ([2]).

Penjelasan tentang ayat 113 surat Al Bara’ah ([3]).

Masalah yang sangat penting, yaitu penjelasan tentang sabda Nabi Shallallahu’alaihi wasallam : “Ucapkanlah kalimat la ilaha illallah”, berbeda dengan apa yang difahami oleh orang-orang yang mengaku dirinya berilmu ([4]).

Abu Jahal dan kawan-kawannya mengerti maksud Rasulullah ketika beliau masuk dan berkata kepada pamannya : “Ucapkanlah kalimat la ilah illallah”, oleh karena itu, celakalah orang yang pemahamannya tentang asas utama Islam ini lebih rendah dari pada Abu Jahal.

Kesungguhan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dalam berupaya untuk mengislamkan pamannya.

Bantahan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Abdul Mutholib dan leluhurnya itu beragama Islam.

Permintaan ampun Rasulullah untuk Abu Tholib tidak dikabulkan, ia tidak diampuni, bahkan beliau dilarang memintakan ampun untuknya.

Bahayanya Berkawan dengan orang-orang berpikiran dan berprilaku jahat.

Bahayanya mengagung-agungkan para leluhur dan orang-orang terkemuka.

“Nama besar” mereka inilah yang dijadikan oleh orang-orang jahiliyah sebagai tolok ukur kebenaran yang mesti dianut.

Hadits diatas mengandung bukti bahwa amal seseorang itu yang dianggap adalah di akhir hidupnya, sebab jika Abu Tholib mau mengucapkan kalimat tauhid, maka pasti akan berguna bagi dirinya di hadapan Allah.

Perlu direnungkan, betapa beratnya hati orang-orang yang sesat itu untuk menerima tauhid, karena dianggap sebagai sesuatu yang tak bisa diterima oleh akal pikiran mereka, sebab dalam kisah diatas disebutkan bahwa mereka tidak menyerang Abu Tholib kecuali supaya menolak untuk mengucapkan kalimat tauhid, padahal Nabi Shallallahu’alaihi wasallam sudah berusaha semaksimal mungkin, dan berulang kali memintanya untuk mengucapkannya. Dan karena kalimat tauhid itu memiliki makna yang jelas dan konsekuensi yang besar, maka cukuplah bagi mereka dengan menolak untuk mengucapkannya.


Aksi

Information

One response

13 08 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: