BAB 17: SYAFA’AT

16 12 2009

BAB 17: SYAFA’AT

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]وأنذر به الذين يخافون أن يحشروا إلى ربهم ليس لهم من دونه ولي ولا شفيع لعلهم يتقون[

“Dan berilah peringatan dengan apa yang telah diwahyukan itu
kepada orang-orang yang takut akan dikumpulkan kepada Rabb mereka (pada
hari kiamat), sedang mereka tidaklah mempunyai seorang pelindung dan
pemberi syafaatpun selain Allah, agar mereka bertakwa” (QS. Al An’am,
51).

]قل لله الشفاعة جميعا[

“Katakanlah (hai Muhammad) : hanya milik Allah lah syafaat itu
semuanya” (QS. Az zumar, 44).

]من ذا الذي يشفع عنده إلا بإذنه[

“Tiada seorang pun yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa
seizinNya” (QS. Al baqarah, 225).

]وكم من ملك في السموات لا تغني شفاعتهم شيئا إلا من بعد أن يأذن الله لمن يشاء ويرضى[

“Dan berapa banyak malaikat di langit, syafaat mereka
sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengiizinkan (untuk
diberi syafaat) bagi siapa saja yang dikehendaki dan diridhoiNya” (QS.
An Najm, 26).

]قل ادعوا الذين زعمتم من دون الله لا يملكون مثقال ذرة في السموات ولا الأرض وما لهم فيهما من شرك وما له منهم من ظهير ولا تنفع الشفاعة عنده إلا لمن أذن له[

“Katakanlah : “serulah mereka yang kamu anggap (sebagai
tuhan) selain Allah, mereka tak memiliki kekuasaan seberat dzarrah
(biji atum) pun di langit maupun di bumi, dan mereka tidak mempunyai
suatu andil apapun dalam (penciptaan) langit dan bumi, dan sama sekali
tidak ada di antara mereka menjadi pembantu bagiNya. Dan tiadalah
berguna syafaat di sisi Allah, kecuali bagi orang yang telah
diizinkaNya memperoleh syafaat itu …” (QS. Saba’, 22).

Abul Abbas ([2]) mengatakan : “Allah telah menyangkal segala hal yang menjadi tumpuan kaum musyrikin, selain diriNya sendiri, dengan menyatakan bahwa tidak ada seorangpun selainNya yang memiliki kekuasaan, atau bagiannya, atau menjadi pembantu Allah.

Adapun tentang syafa’at, maka telah ditegaskan oleh Allah bahwa syafaat ini tidak berguna kecuali bagi orang yang telah diizinkan untuk memperolehnya, sebagaimana firmanNya :

]ولا يشفعون إلا لمن ارتضى[

“Dan mereka tidak dapat memberi syafa’at, kecuali kepada orang yang
diridhoi Allah” (QS. Al Anbiya’, 28).

Syafa’at yang diperkirakan oleh orang-orang musyrik itu tidak
akan ada pada hari kiamat, sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Al
qur’an.
Dan diberitakan oleh Nabi Shallallahu’alaihi wasallam :
“bahwa beliau pada hari kiamat akan bersujud kepada Allah dan
menghaturkan segala pujian kepadaNya, beliau tidak langsung memberi
syafaat lebih dahulu, setelah itu baru dikatakan kepada beliau :
“Angkatlah kepalamu, katakanlah niscaya ucapanmu pasti akan didengar,
dan mintalah niscaya permintaanmu akan dikabulkan, dan berilah syafa’at
niscaya syafa’atmu akan diterima”.) HR. Bukhori dan Muslim)

Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bertanya kepada beliau :
“siapakah orang yang paling beruntung mendapatkan syafa’atmu ?”, Beliau
menjawab : “yaitu orang yang mengucapkan La Ilaha Illallah dengan
ikhlas dari dalam hatinya” .) HR. Bukhori dan Ahmad)

Syafa’at yang ditetapkan ini adalah syafaat untuk Ahlul
Ikhlas Wattauhid (orang-orang yang mentauhidkan Allah dengan ikhlas
karena Allah semata) dengan seizin Allah, bukan untuk orang yang
menyekutukan Allah dengan yang lainNya.

Dan pada hakikatnya, bahwa hanya Allah lah yang melimpahkan
karuniaNya kepada orang-orang yang ikhlas tersebut, dengan memberikan
ampunan kepada mereka, dengan sebab doanya orang yang telah diizinkan
oleh Allah untuk memperoleh syafa’at, untuk memuliakan orang tersebut
dan menempatkanya di tempat yang terpuji.

Jadi syafa’at yang ditiadakan oleh Al qur’an adalah yang
didalamnya terdapat kemusyrikan. Untuk itu Al Qur’an telah menetapkan
dalam beberapa ayatnya bahwa syafaat itu hanya ada dengan izin Allah.
Dan Nabi pun sudah menjelaskan bahwa syafa’at itu hanya diperuntukan
untuk orang-orang yang bertauhid dan ikhlas karena Allah semata”.

Kandungan bab ini :

Penjelasan tentang ayat-ayat diatas ([3]).

Syafa’at yang dinafikan adalah syafa’at yang didalamnya terdapat unsur-unsur kemusyrikan.

Syafa’at yang ditetapkan adalah syafa’at untuk orang-orang yang bertauhid dengan ikhlas, dan dengan izin Allah.

Penjelasan tentang adanya syafa’at kubro, yaitu : Al Maqom Al Mahmud (kedudukan yang terpuji).

Cara yang dilakukan oleh Rasulullah ketika hendak mendapatkan syafa’at, beliau tidak langsung memberi syafa’at lebih dahulu, tapi dengan bersujud kepada Allah, menghaturkan segala pujian kepadaNya, kemudian setelah diizinkan oleh Allah barulah beliau memberi syafa’at.

Adanya pertanyaan : “siapakah orang yang paling beruntung mendapatkan syafa’at beliau ?”

Syafa’at itu tidak diberikan kepada orang yang mensekutukan Allah.

Penjelasan tentang hakikat syafa’at yang sebenarnya.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: