BAB 15: TIDAK SEORANGPUN YANG BERHAK DISEMBAH SELAIN ALLAH

16 12 2009

BAB 15: TIDAK SEORANGPUN YANG BERHAK DISEMBAH SELAIN ALLAH

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]أيشركون ما لا يخلق شيئا وهم يخلقون ولا يستطيعون لهم نصرا ولا أنفسهم ينصرون[

“Apakah mereka mempersekutukan (Allah) dengan berhala-berhala
yang tidak dapat menciptakan sesuatupun ? sedangkan berhala-berhala itu
sendiri buatan orang, dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi
pertolongan kepada penyembah penyembahnya dan kepada dirinya
sendiripun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.” (QS.
Al A’raf, 191-192).

]والذين تدعون من دونه ما يملكون من قطمير إن تدعوهم لا يسمعوا دعاءكم ولو سمعوا ما استجابوا لكم ويوم القيامة يكفرون بشرككم ولا ينبئك مثل خبير[

“Dan sesembahan-sesembahan yang kalian mohon selain Allah,
tidak memiliki apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru
mereka, mereka tidak akan mendengar seruanmu itu, kalaupun mereka
mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu, dan pada
hari kiamat meraka akan mengingkari kemusyrikanmu, dan tidak ada yang
dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh
yang Maha Mengetahui.” (QS. Fathir 13-14).

Diriwayatkan dalam shoheh (Bukhori dan Muslim) dari Anas bin Malik, ia
berkata :

شج النبي يوم أحد، وكسرت رباعيته، فقال : ” كيف يفلح قوم شجوا نبيهم “،
فنـزلت ] ليس لك من الأمر شيء

“Ketika perang uhud Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam terluka kepalanya, dan pecah gigi serinya, maka beliau bersabda : “Bagaimana akan beruntung suatu kaum yang melukai Nabinya ?” kemudian turunlah ayat : “Tak ada hak apapun bagimu dalam urusan mereka itu”. (QS. Ali Imran 128).”

Dan diriwayatkan dalam shoheh Bukhori Ibnu Umar Radhiallahu’anhu bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda ketika beliau berdiri dari ruku’ pada rakaat yang terahir dalam sholat shubuh :

اللهم العن فلانا وفلانا “، بعد ما يقول :” سمع الله لمن حمده ربنا لك الحمد “، فأنزل الله ] ليس لك من الأمر شيء.

“Ya Allah, laknatilah si fulan dan sifulan”, setelah beliau mengucapkan : سمع الله لمن حمده ربنا لك الحمد , setelah itu turunlah firman Allah :

]ليس لك من الأمر شيء[

“Tak ada hak apapun bagimu dalam urusan mereka itu”.

Dalam riwayat yang lain : “Beliau mendoakan semoga Shofwan bin Umayah,
Suhail bin Amr, dan Al Harits bin Hisyam dijauhkan dari rahmat Allah”,
maka turunlah ayat :

]ليس لك من الأمر شيء[

“Tak ada hak apapun bagimu dalam urusan mereka itu”.

Diriwayatkan pula dalam shoheh Bukhori dari Abu Hurairah
Radhiallahu’anhu ia berkata : “ketika diturunkan kepada Rasulullah
Shallallahu’alaihi wasallam firman Allah Subhanahu wata’ala :

]وأنذر عشيرتك الأقربين[

“Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat” (QS. Asy
Syu’ara, 214)

Berdirilah beliau dan bersabda : “Wahai orang-orang quraisy, tebuslah
diri kamu sekalian (dari siksa Allah dengan memurnikan ibadah
kepadaNya). sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa dihadapan Allah
untuk kalian. Wahai Abbas bin Abdul Mutholib, sedikitpun aku tidak bisa
berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah, wahai Shofiyah bibi
Rasulullah, sedikitpun aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu
dihadapan Allah nanti, wahai Fatimah binti Rasulullah, mintalah
kepadaku apa saja yang kau kehendaki, tapi sedikitpun aku tidak bisa
berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah nanti”.

Kandungan bab ini :

Penjelasan tentang kedua ayat tersebut diatas ([1]).

Kisah perang uhud.

Rasulullah, pemimpin para rasul, dalam sholat subuh telah membaca qunut sedang para sahabat dibelakangnya mengamini.

Orang-orang yang beliau doakan semoga Allah menjauhkan rahmatNya dari mereka adalah orang-orang kafir.

Mereka telah melakukan perbuatan yang tidak dilakukan oleh orang-orang kafir yang lain, antara lain melukai kepala Rasulullah, dan berupaya untuk membunuh beliau, serta mengkoyak-koyak tubuh para korban yang terbunuh, padahal yang terbunuh itu adalah sanak famili mereka.

Terhadap peristiwa itulah Allah menurunkan firmanNya beliau :

]ليس لك من الأمر شيء[

Allah berfirman : [أو يتوب عليهم أو يعذبهم]

“Atau Allah terima taubat mereka, atau menyiksa mereka” (QS. Ali Imran, 128).

Kemudian Allah pun menerima taubat mereka, dengan masuknya mereka kedalam agama Islam, dan menjadi orang orang yang beriman.

Dianjurkannya melakukan qunut nazilah, yaitu : qunut yang dilakukan ketika umat Islam dalam keadaan mara bahaya.

Menyebutkan nama-nama mereka beserta nama orang tua mereka ketika didoakan terlaknat di dalam sholat, tidak membatalkan sholat.

Boleh melaknat orang kafir tertentu didalam qunut.

Kisah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam ketika diturunkan kepada beliau firman Allah “Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat”.

Kesungguhan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dalam hal ini, sehingga beliau melakukan sesutu yang menyebabkan dirinya dituduh gila, demikian halnya apabila dilakukan oleh orang mukmin pada masa sekarang.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memperingatkan keluarganya yang paling jauh kemudian yang terdekat dengan sabdanya : “sedikitpun Aku tidak bisa berbuat apa-apa untukmu dihadapan Allah nanti” sampai beliau bersabda : “wahai Fatimah putri Rasul, aku tidak bisa berbuat untukmu apa-apa dihadapan Allah nanti”.

Jika beliau sebagai pemimpin para rasul telah berterus terang tidak bisa membela putrinya sendiri pemimpin kaum wanita di jagat raya ini, dan jika orang mengimani bahwa apa yang beliau katakan itu benar, kemudian jika dia memperhatikan apa yang terjadi pada diri kaum khowash ([2]) dewasa ini, maka akan tampak baginya bahwa tauhid ini sudah ditinggalkan, dan tuntunan agama sudah menjadi asing.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: