BAB 14: BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK.

16 12 2009

BAB 14: BERDO’A KEPADA SELAIN ALLAH ADALAH SYIRIK.

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]ولا تدع من دون الله ما لا ينفعك ولا يضرك، فإن فعلت فإنك إذا من الظالمين[

“Dan janganlah kamu memohon/berdo’a kepada selain Allah, yang tidak
dapat memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu,
jika kamu berbuat hal itu maka sesungguhnya kamu dengan demikian
termasuk orang-orang yang dzolim (musyrik)” (QS. Yunus, 106).

]وإن يمسسك الله بضر فلا كاشف له إلا هو وإن يردك بخير فلا راد لفضله يصيب به من يشاء من عباده وهو الغفور الرحيم[

“Dan jika Allah menimpakan kepadamu suatu bahaya, maka tidak ada yang
dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan
bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan
kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba hambaNya
dan Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang”(QS. Yunus, 107).

]إن الذين تعبدون من دون الله لا يملكون لكم رزقا فابتغوا عند الله الرزق واعبدوه واشكروا له إليه ترجعون[

“Sesungguhnya mereka yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu
memberikan rizki kepadamu, maka mintalah rizki itu pada Allah dan
sembahlah Dia (saja) serta bersyurkurlah kepadaNya. Hanya kepada Nya
lah kamu sekalian dikembalikan.” (QS. Al Ankabut, 17).

]ومن أضل ممن يدعو من دون الله من لا يستجيب له إلى يوم القيامة وهم عن دعائهم غافلون وإذا حشر الناس كانوا لهم أعداء وكانوا بعبادتهم كافرون[

“Dan tiada yang lebih sesat dari pada orang yang memohon kepada
sesembahan-sesembahan selain Allah, yang tiada dapat mengabulkan
permohonannya sampai hari kiamat dan sembahan-sembahan itu lalai dari
(memperhatikan) permohonan mereka. Dan apabila manusia dikumpulkan
(pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka
dan mengingkari pemujaan mereka.” (QS. Al Ankabut, 5-6).

]أمن يجيب المضطر إذا دعاه ويكشف السوء ويجعلهم خلفاء الأرض أإله مع الله قليلا ما تذكرون[

“Atau siapakah yang mengabulkan (do’a) orang-orang yang dalam kesulitan
disaat ia berdo’a kepadaNya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang
menjadikan kamu sekalian menjadi kholifah di bumi ? adakah sesembahan
(yang haq) selain Allah ? amat sedikitlah kamu mengingat(Nya).” (QS. An
Naml, 62).

Imam At-Thabrani dengan menyebutkan sanadnya meriwayatkan
bahwa : “Pernah ada pada zaman Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam
seorang munafik yang selalu menyakiti orang-orang mu’min, maka salah
seorang di antara orang mu’min berkata : “Marilah kita bersama-sama
memohon perlindungan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam
supaya dihindarkan dari tindakan buruk orang munafik ini”, ketika itu
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menjawab

“إنه لا يستغاث بي وإنما يستعاث بالله”

“Sesungguhnya aku tidak boleh dimintai perlindungan, hanya Allah
sajalah yang boleh dimintai perlindungan”.

Kandungan bab ini :

Istighotsah itu pengertiannya lebih khusus dari pada berdo’a([1]).

Penjelasan tentang ayat yang pertama ([2]).

Meminta perlindungan kepada selain Allah adalah syirik besar.

Orang yang paling sholeh sekalipun jika melakukan perbuatan ini untuk mengambil hati orang lain, maka ia termasuk golongan orang-orang yang dzolim (musyrik).

Penjelasan tentang ayat yang kedua ([3]).

Meminta perlindungan kepada selain Allah tidak dapat mendatangkan manfaat duniawi, disamping perbuatan itu termasuk perbuatan kafir.

Penjelasan tentang ayat yang ketiga ([4]).

Meminta rizki itu hanya kepada Allah, sebagaimana meminta surga.

Penjelasan tentang ayat yang ke empat ([5]).

Tidak ada orang yang lebih sesat dari pada orang yang memohon kepada sesembahan selain Allah.

Sesembahan selain Allah tidak merasa dan tidak tahu kalau ada orang yang memohon kepadanya.

Sesembahan selain Allah akan benci dan marah kepada orang yang memohon kepadanya pada hari kiamat.

Permohonan ini dianggap ibadah kepada sesembahan selain Allah.

Pada hari kiamat sesembahan selain Allah itu akan mengingkari ibadah yang mereka lakukan.

Permohonan kepada selain Allah inilah yang menyebabkan seseorang menjadi orang yang paling sesat.

Penjelasan tentang ayat yang ke lima ([6]).

Satu hal yang sangat mengherankan adalah adanya pengakuan dari para penyembah berhala bahwa tidak ada yang dapat mengabulkan permohonan orang yang berada dalam kesulitan kecuali Allah, untuk itu, ketika mereka berada dalam keadaan sulit dan terjepit, mereka memohon kepadaNya dengan ikhlas dan memurnikan ketaatan untukNya.

Hadits di atas menunjukan tindakan preventif yang dilakukan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam untuk melindungi ketauhidan, dan etika sopan santun beliau kepada Allah.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: