05. SYI’AR DAN IBADAH DALAM ISLAM

13 12 2009

05. SYI’AR DAN IBADAH DALAM ISLAM

Pilar yang kedua sebagai asas tegaknya masyarakat Islam setelah aqidah adalah berbagai syiar atau peribadatan yang telah diwajibkan oleh Allah bagi kaum Muslim in. Dan Allah telah membebankan kepada mereka untuk melaksanakannya sebagai media untuk bertaqarrub kepada-Nya. Dan sebagai realisasi dari hakekat keimanan mereka dan keyakinan mereka untuk bertemu dan memperoleh hisab-Nya.

Di antara sylar-syiar yang paling nampak adalah empat kewajiban yang didahului oleh kedua kalimat syahadah, yang dinamakan Arkanul Islam (rukun Islam). Yang kemudian telah dikhususkan oleh para fuqaha dengan nama ‘Ibadat’.

Berkenaan dengan rukun Islam tersebut Rasulullah SAW bersabda dalam hadistnya yang mulia:

“Islam dibangun (ditegakkan) di atas lima dasar: Syahadah (menyaksikan) bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah bagi orang yang mampu memenuhinya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Tetapi saya ingin menambah empat kewajiban di atas dengan dua kewajiban asasi yang sangat ditekankan oleh Islam dan sangat diserukan serta dijelaskan kedudukannya di sisi Allah, kedua kewajiban itu pantas untuk dimasukkan dalam pilar-pilar Islam dan syi’arnya yang besar, yaitu kewaiiban beramar ma’ruf nahi munkar dan jihad fi sabilillah.

Dengan demikian maka kewajiban-kewajiban yang pokok, dan syi’ar-syi’ar yang besar yang bersifat amaliyah ada enam, yaitu:

1. Mendirikan shalat.
2. Mengeluarkan zakat.
3. Puasa Ramadhan
4. Haji ke Baitullah.
5. Beramar ma’ruf nahi munkar.
6. Jihad fi sabilillah.
Kewajiban-kewajiban tersebut dinamakan sya’a-ir, karena ia merupakan tanda-tanda yang nampak, untuk membedakan dan memisahkan antara kehidupan seorang Muslim dengan non Muslim. Sebagaimana nantinya dapat membedakan antara kehidupan masyarakat Islam dengan non Muslim.

Menegakkan syi’ar-syi’ar tersebut dan mengagungkannya merupakan bukti atas kuatnya aqidah dalam hati dan ketetapannya di dalam dada. Allah berfirman:

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagunglan syi’ar-syi ‘ar Allah, maka sesungguhrya itu timbul dari ketaqwaan hati.” (Al Hajj: 32)

Di sini akan kita cukupkan untuk membahas tiga dari enam kewajiban di atas, yaitu shalat, zakat, dan amar ma’ruf nahi munkar, dan ini bukan berarti menyeluruh.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: