50. YANG DIHARAP HANYA SYAFA’AT DARI RASULULLAH SAW. (5/6)

12 12 2009

50. YANG DIHARAP HANYA SYAFA’AT DARI RASULULLAH SAW. (5/6)

Dari Atha’ bin Yasar dari Abu Said Al Khudri ra. bahwasanya orang-orang pada zaman Rasulullah saw. bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah kami melihat Tuhan kami pada hari Qiamat ?”, Rasulullah saw bersabda: “Ya”. Beliau bersabda : “Apakah kamu sekalian saling memadharatkan dalam melihat matahari di siang hari yang terang, tidak berawan ?” Mereka menjawab : “Tidak, wahai Rasulullah.” Rasulullah saw. bersabda: Kami tidak akan saling memadharatkan dalam melihat Tuhan Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi, kecuali sebagaimana kamu saling memadharatkan dalam melihat salah satu dari keduanya (matahari atau bulan). Apabila hari Qiamat tiba, penyeru menyerukan : “Hendaklah tiap-tiap umat mengikuti apa yang telah disembah”. Dan seseorang yang menyembah selain Allah yaitu patung dan berhala-berhala tidak ada yang tinggal kecuali mereka itu berjatuhan di neraka, sehingga yang masih tinggal, hanyalah orang yang menyembah Allah, dari orang-orang yang baik dan orang yang berdosa serta sisa-sisa ahli kitab. Kemudian orang­orang Yahudi dipanggil, dan ditanyakan kepada mereka : “Apakah yang telah kalian sembah ?”. Mereka menjawab : “Kami menyembah Uzair, anak Allah”. Lalu dikatakan : “Kamu berdusta, Allah tidak mengambil isteri dan anak. Apakah yang kamu pinta ?” Mereka menjawab : “Kami haus, wahai Tuhan kami, berilah kami minum”. Kemudian diisyaratkan kepada mereka, tidakkah kamu mendatanginya ? lalu mereka dikumpulkan ke neraka, seolah-olah neraka itu fatamorgana yang sebagiannya menghanjurkan sebagian yang lain, kemudian mereka berjatuhan ke neraka. Lalu orang-orang Nasharani dipanggil, kemudian ditanyakan kepada mereka : “Apakah yang kamu sekalian sembah ?” Mereka menjawab : “Kami menyembah Al Masih, anak Tuhan”. Maka dikatakan kepada mereka : “Kamu berdusta. Allah tidak mengambil isteri dan anak”. Lalu ditanvakan kepada mereka : “Apakah yang kamu pinta ?”. Mereka menjawb : “Kami haus wahai Tuhan, berilah kami minum”. Rasulullah saw. bersabda : “Kemudian diisyaratkan kepada mereka : “Tidakkah kamu mendatanginya ?” lalu mereka dikumpulkan ke Jahannam, seolah-olah Jahannam itu fatamorgana, yang sebagiannya menghancurkan sebagian yang lain kemudian mereka berjatuhan di neraka, sehingga yang masih tinggal hanyalah orang-orang yang menyembah Allah dari orang-orang yang baik dan orang-orang yang berdusta. Datanglah kepada mereka Tuhan semesta alam Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi dalam bentuk yang lebih rendah dari pada bentuk yang mereka lihat, kemudian Dia berfirman: “Apakah yang kamu nantikan ?”. Tiap-tiap ummat mengikuti apa yang ia sembah. Mereka berkata : “Wahai Tuhan kami, kami memisahkan diri dari orang-or­ang di dunia, padahal kami lebih membutuhkan mereka, namun kami tidak bersahabat dengan mereka”. Lalu Tuhan berfirman : “Aku Tuhanmu” lalu mereka berkata : “Kami berlindung kepada Allah dari kamu, kami tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu”, mengulang-ulang dua atau tiga kali, sehingga sebagian mereka hampir terbalik. Maka Tuhan berfirman : “Apakah antara kamu dan Dia ada suatu tanda, yang dengan tanda itu kamu dapat mengetahui Nya?. Mereka menjawab : “Ya”. Kemudian Tuhan membuka betisNya, orang yang bersujud kepada Allah dari lubuk hatinva, masih diizinkan oleh Allah untuk bersujud sedangkan orang yang bersujud karena takut dan nya’, Allah menjadikan punggungnya tetap lurus. Setiap kali dia berkehendak untuk sujud, dia jatuh pada tengkuknya, kemudian mereka mengangkat kepala, sedang Tuhan telah berubah bentuk dari yang mereka lihat pertama kali, lalu Tuhan berfirman : “Akulah Tuhanmu” Dan mereka berkata : “Engkaulah Tuhan kami”. Kemudian dipasang jembatan di atas Jahannam dan berlakulah syafa’at. Kemudian mereka berkata : “Wahai Allah, selamatkanlah, selamatkanlah”. Lalu ditanyakan: “Wahai Rasulullah, apakah jembatan itu ?” Rasulullah bersabda : “Licin dan menggelincirkan, padanya terdapat penyambar, penggayut dan tumbuh-tumbuhan berduri di tanjakan”.

Padanya terdapat duri-duri yang di sebut Sa’dan. Orang­orang mu’min lewat di jembatan itu ada yang seperti lirikan mata, kilat, angin, burung, kuda dan kendaraan (onta) yang baik. Orang yang diselamatkan, orang yang dirobek dan dilepaskan, dan orang yang dilemparkan di neraka Jahannam. Sehingga apabila orang-orang Mu’min selamat dari neraka, maka demi dzat yang jiwaku di tangan Nya, tidak ada seseorang dari padamu lebih keras dalam menuntut hak kepada Allah dari pada orang-orang mu’min dalam menuntut kepada Allah bagi teman-teman mereka yang ada di neraka pada hari Qiamat. Mereka berkata : “Wahai Tuhan, mereka puasa bersama kami, shalat dan haji”. Kemudian dikatakan kepada mereka : “Keluarkanlah or­ang-orang yang kamu kenal”, lalu rupa mereka di haramkan atas neraka, maka mereka mengeluarkan makhluk yang banyak, Neraka telah merenggutnya ada yang sampai setengah betisnya dan ada yang sampai kelututnya. Kemudian mereka berkata : “Wahai Tuhan kami, sudah tidak ada yang tinggal di neraka seroangpun dari orang-orang yang telah Engkau perintahkan kepada kami”. Lalu Tuhan berfirman : “Kembalilah”. Dan barang siapa yang dalam hatinya ada kebaikan seberat satu dinar, maka keluarkanlah dia”. Maka rnereka mengeluarkan makhluk yang banyak sekali, lalu mereka berkata : “Wahai Tuhan, kami tidak meninggalkan seorangpun di neraka dari or­ang-orang yang telah Engkau perintahkan kepada kami !”. Kemudian beliau berfirman : “Kembalilah, dan barang siapa yang kamu dapati dalam hatinya terdapat kebaikan seberat setengah dinar, maka keluarkanlah dia !”. Lalu mereka mengluarkan makhluk yang banyak. Kemudian mereka berkata : “Wahai Tuhan, kami tidak meninggalkan yang baik di neraka”. Abu Sa’id Al Khudri berkata : “jika mereka tidak membenarkan aku dalam hadits ini, jika kamu menghendaki, bacalah :

“INNALLAAHA LAA YAZHLIMU MITSQAALA DZARRATIN WA INTAKU HASANATAN YUDLA­’IFHAA WAYU’TI MIN LADUNHU AJRAN AZHIIMAA”

(Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang pun walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebaikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberika dari sisiNya pahala yang besar). (An Nisa’ : 40).

Kemudian Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Besar berfirman : “Para malaikat memberi syafa’at, para Nabi memberi syafa’at, orang-orang mu’min memberi syafa’at dan yang masih tinggal hanyalah Dzat yang paling pengasih dari pada pengasih, maka Dia menggenggam satu genggaman dari neraka, maka keluarlah dari neraka orang yang tidak pernah mengamalkan kebaikan, yang mereka telah menjadi arang, kemudian mereka dilemparkan kedalam sungai di mulut sorga yang bernama : “Bengawan hidup”, maka mereka keluar seperti keluarnya biji-bijian di tanah yang di bawa banjir. Tidakkah kamu lihat yang (dekat) batu atau, pohon di mana yang terkena matahari kekuning-kuningan dan kehijau-kehijauan, dan yang di bawah naungan menjadi putih”. Mereka berkata : “Wahai Rasulullah, seolah-olah engkau menggembala di dusun”. Beliau bersabda : “Maka mereka keluar seperti mutiara, di tengkuk mereka ada medali, para penghuni sorga mengetahui mereka. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang dimerdekakan dan masuk sorga tanpa amal yang mereka kerjakan dan tanpa kebaikan yang mereka lakukakan. Kemudian Allah berfirman : “Masuklah ke sorga dan sesuatu yang kamu lihat maka itu untukmu”. Mereka berkata : “Wahai Tuhan kami, Engkau memberikan kepada kami sesuatu yang tidak Engkau berikan kepada seseorangpun di dunia”. Maka dikatakan : “Kamu di sisi Ku mempunyai sesuatu yang lebih utama dari pada ini”. Mereka menjawab : “Wahai Tuhan kami, apakah sesuatu yang lebih utama dari pada ini ?” Dia berfirman : “Keridhaan Ku, sesudahnya Allah tidak murka kepadamu selamanya”. Ia menambah dalam riwayat lain : “Tanpa amal perbuatan yang mereka amalkan dan tidak ada simpanan yang mereka lakukan”, lalu dikatakan kepada mereka : “Bagimu apa yang kamu lihat, dan bersama itu sesuatu yang sama dengannya”. (HR. Muslim).

Dari Ibnu Mas’ud ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : “Yang terakhir masuk sorga adalah orang laki-laki yang sekali waktu berjalan, sekali waktu terjerembab dan sekali waktu tersengat oleh api. Apabila ia telah melewati neraka, ia menolehnya, lalu berkata : “Maha Sucilah Dzat yang telah menyelematkan saya darimu (neraka). Sungguh Allah memberikan kepada sesuatu yang tidak diberikan kepada seseorang dari orang-orang yang terdahulu dan yang terkemudian”, maka di tampakkan pohon untuknya, lalu ia berkata : “Wahai Tuhan, dekatkanlah saya ke pohon ini, hingga saya dapat bernaung dengan naungannya dan saya minum dari airnya.” Kemudian Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Besar berfirman : “Wahai anak Adam, jika Aku memberi kepadamu, barang kali kamu akan minta lagi selainnya”. Maka ia menjawab : “Tidak, wahai Tuhan”. Dan ia berjanji tidak akan minta yang lain. Tuhan Yang Maha Tinggi memakluminya, karena sesungguhnya Dia melihat sesuatu yang tidak di sabarinya, maka Dia mendekatkannya kepohon itu, lalu ia bernaung dengan naungannya dan minum dari airnya. Kemudian ditampakkan pohon lagi baginya yang mana pohon itu lebih baik dari yang pertama, lalu ia berkata : “Wahai Tuhan, dekatkanlah saya dari pohon ini, agar saya minum airnya, saya berlindung dengan naungannya dan saya tidak minta yang lain. Lalu Tuhan berfirman : “Wahai anak Adam, apakah kamu tidak berjanji kepadaKu untuk tidak minta kepadaKu yang lain ?”. Lalu Dia berfirman : “Jika Aku mendekatkan kamu dari pohon itu barang kali kamu minta yang lain ?” Tuhannya Yang Maha Tinggi memakluminya, oleh karena Tuhan melihat sesuatu yang tidak di sabarinya lagi, maka Dia mendekatkannya dari pohon itu lalu ia bernaung dengan naungannya dan minum dari airnya. Kemudian ditampakkan lagi pohon baginya di sisi pintu sorga, dan pohon itu lebih baik dari yang kedua. Lalu ia berkata : “Wahai Tuhan, dekatkanlah saya dari pohon itu agar saya bernaung dengan naungannva dan saya minum airnya, saya tidak minta kepadaMu selainnya”. Kemudian Tuhan berfirman : “Wahai anak Adam, tidakkah kamu berjanji kepadaKu untuk tidak minta selainnya?”. Ia menjawab : “Ya, wahai Tuhan. Inilah saya tidak minta kepadaMu selainnya”. Dan Tuhannya Yang Maha Tinggi memakluminya, oleh karena Dia melihat sesuatu yang tidak disabarinya lagi, maka Dia mendekatkannya ke pohon itu. Ketika Dia mendekatkan ke pohon itu, ia mendengar suara­suara penghuni sorga, lalu ia berkata : “Wahai Tuhan, masukkanlah saya ke sorga”.

Lalu Tuhan bertirman : “Wahai anak Adam, apakah yang memutuskan permintaanmu ? Apakah kamu ridha Aku beri dunia dan bersama itu saya beri sesuatu yang sama dengan dunia ?”. Dia berkata : “Wahai Tuhan, apakah Engkau mentertawakan saya padahal Engkau Tuhan semesta alam ?”. Maka Ibnu Mas’ud ra. tertawa. Ibnu Mas’ud berkata : “Tidakkah kamu sekalian bertanya kepadaku, karena apakah saya tertawa ?” Mereka berkata : “Terhadap apakah engkau tertawa ?”. Ibnu Mas’ud berkata : “Demikianlah Rasulullah saw. tertawa”. Dimana mereka bertanya : “Terhadap apa engkau tertawa wahai Rasulullah ?” Rasulullah saw. bersabda : “Karena tertawanya Tuhan semesta alam, di kala seroang hamba bertanva . “Apakah Engkau mentertawakannya, padahal Engkau Tuhan semesta alam ?”. Tuhan berfirman . “Sesungguhnya Aku tidak mentertawakanmu, akan tetapi apa yang Aku kehendaki itu Aku kuasa”.

Saya (penyusun) berkata : “Sampai disini, saya menukil sebagian besar riwayat-riwavat yang telah di sebutkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, namun di dalamnya masih ada riwayat-riwayat yang lain, yang pada umumnva tidak ada perbedaan yang banyak dari pada apa yang telah saya kutip disini. Oleh karena itu saya cukupkan sampai disini. Dengan pengertian bahwa pada umumnya yang telah saya kutipkan dari riwayat-riwayat itu ada tambahan, atau perbedaan dalam gaya bahasa di mana masing-masingnya saling membutuhkan. Inilah sebabnya dalam memperbanyak riwayat-riwayat hadits. Hanya saja, sebahagian riwayat-riwayat yang tidak saya sebut di sini ada tambahan yang wajib kami cantumkan yaitu :

Beliau bersabda : “Kemudian orang lelaki itu masuk ke rumahnya, lalu masuklah dua bidadari, sebagai isterinya. Keduanya berkata kepadanya : “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kamu untuk kami dan menghidupkan kami untukmu”. Beliau bersabda : “Orang itu berkata : “Tidak ada seorangpun yang diberi seperti apa yang diberikan kepadaku”. (HR. Muslim).


Aksi

Information

One response

3 03 2010
Hadits Qudsi « Afurt_dfaz's Solution

[…] 50. YANG DIHARAP HANYA SYAFA’AT DARI RASULULLAH SAW. (5/6) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: