BAB 22 : Adakah Taubat Bagi Ahli Bid’ah?

7 12 2009

BAB 22 : Adakah Taubat Bagi Ahli Bid’ah?

211. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah menghalangi taubat dari ahli bid’ah.” (Dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah nomor 1620)

212. Dari Abu Amru Asy Syaibani ia berkata :
“Selalu dikatakan bahwa Allah enggan (menolak) memberi taubat kepada ahli bid’ah dan ia tidak berpindah kecuali menuju yang lebih jelek lagi.” (Ibnu Wadldlah 61 dan 62)

213. Dari Ibnu Syaudzab ia berkata, saya mendengar Abdullah bin Al Qasim berkata :
“Tidaklah seorang hamba yang berada di atas hawa nafsu lalu ia meninggalkannya melainkan ia berpindah kepada yang lebih jelek lagi.”
Kemudian saya menyebutkan hadits ini (hadits pada poin 211) kepada sebagian shahabat kami lalu katanya :
[ Pembenarannya terdapat dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa
Sallam yang mengatakan :
Mereka lepas dari agama ini seperti lepasnya panah (menembus keluar)
dari sasarannya dan tidak akan kembali sampai mati.” ] (Ibnu Wudldlah : 61-62)

214. Dari Hammad bin Zaid dari Ayyub ia berkata, ada seseorang yang berpendapat dengan satu pendapat lalu kembali dan meninggalkannya maka saya mendatangi Muhammad (bin Sirin) dengan gembira untuk menyampaikan berita ini kepada beliau dan mengatakan : “Bagaimana perasaanmu bahwa si Fulan telah meninggalkan pemikirannya yang selama ini dianutnya?”
Beliau menjawab : “Perhatikanlah ke mana dia berpindah, sesungguhnya penutup hadits (tentang Khawarij, ed.) ini lebih keras lagi terhadap mereka dibanding awalnya yaitu mereka lepas dari agama Islam dan tidak akan kembali kepadanya.” (Ibid)

215. Dari Mu’awiyah bin Shalih (ia mengatakan) bahwa Al Hasan bin Abil Hasan Al Bashry berkata :
“Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi enggan memberi izin ahli bid’ah untuk bertaubat.” (Al Lalikai 1/141 nomor 285)

216. Seseorang berkata kepada Ayyub : “Hai Abu Bakr, sesungguhnya Amru bin Ubaid sudah kembali meninggalkan pemikirannya.”
Beliau berkata : “Sesungguhnya ia tidak akan kembali.”
Orang itu berkata lagi : “Benar. Sungguh ia telah kembali!”
Ayyub berkata pula :
[ Sungguh dia tidak akan kembali –diulanginya tiga kali–. Ketahuilah
bahwa dia tidak akan kembali. Tidakkah kamu mendengar sabda Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam (ketika beliau berkata) :
“Mereka lepas dari agama ini seperti keluarnya anak panah dari
buruannya (sasarannya) yang kemudian tidak akan kembali sampai mati.” ] (Al Lalikai nomor 286)

217. Abdullah bin Al Mubarak berkata :
“Wajah ahli bid’ah itu diliputi kegelapan (tidak bercahaya) meskipun ia meminyakinya sehari tiga kali.” (Al Lalikai nomor 284)

218. Dari Ibnul Mubarak dari Al Auza’i dari Atha’ Al Khurasani sesungguhnya ia berkata :
“Hampir-hampir Allah itu tidak mengizinkan ahli bid’ah itu taubat.” (Al Lalikai 283)

219. Sufyan Ats Tsaury berkata :
“Bid’ah itu lebih dicintai iblis daripada kemaksiatan karena (pelaku) maksiat dapat (diharapkan) bertaubat sedangkan (pelaku) bid’ah tidak dapat (diharapkan) untuk bertaubat.” (Majmu’ Fatawa 11/372)


Aksi

Information

2 responses

7 12 2009
wyw1d

Assalamu’alaikum Ustad,
Pernah saya berdiskusi dengan seorang tokoh agama yg mengatakan arti bid’ah segala sesuatu yang baru dimana pada zaman Nabi belum ada, misalnya listrik, mobil, telepon dsb. Karena beliau seorang tokoh saya menghormati beliau meskipun pendapatnya bertentangan dg hati nurani saya. Saya diam bukan berarti mengamini pendapatnya.
RachmadWidodo
http://wyw1d.wordpress.com/

7 12 2009
Ki Semar

Waalaikumussalam Wr Wb.

Bid’ah dalam pandangan saya adalah melakukan sesuatu yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah dimana hal tersebut menyangkut Ibadah pokok. Tentang listrik, mobil, telepon tidak termasuk dalam bid’ah.
Contoh yang lebih konkret adalah: Kita tidak boleh menambah-nambahi rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan ibadah haji. Itu akan temasuk dalam golongan ahli Bid’ah. Tetapi apabila Nabi menggunakan onta untuk berangkat melaksanakan ibadah haji, maka bukanlah Bid’ah bila kita berangkat dengan menggunakan pesawat terbang.
Demikian jawaban saya atas pertanyaan Wyw1d, bila ada pendapat yang lebih akurat saya bersedia merubah pendapat saya.
Kebenaran mutlak hanya ada di Tangan Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: