55. DI JALAN TEMPAT PEDAGANG WANGI-WANGIAN

7 12 2009

55. DI JALAN TEMPAT PEDAGANG WANGI-WANGIAN

Seorang pengais sampah, yang sedang berjalan-jalan di tempat
orang berjualan wangi-wangian, tiba-tiba terjatuh
seakan-akan mati. Orang-orang berusaha menghidupkannya
kembali dengan bau-bauan wangi, namun keadaannya malah
semakin parah.

Akhirnya seorang bekas pengorek sampah datang; ia mengetahui
keadaan itu. Ia mendekatkan sesuatu yang berbau busuk di
hidung orang itu, yang segera saja segar kembali, teriaknya,
“Nah, ini dia wangi-wangian!”

Kamu harus mempersiapkan dirimu bagi keadaan peralihan,
disana tidak ada apa pun yang sudah biasa kaukenal. Setelah
mati, dirimu akan harus memberikan tanggapan terhadap
rangsangan yang di dunia ini masih bisa kaucoba rasakan.

Kalau kau tetap terikat pada beberapa hal yang kau kenal
akrab, kau hanya akan sengsara, seperti halnya si pengorek
sampah yang keadaannya menjadi gawat ditempat para penjual
wangi-wangian.

Catatan

Kisah perumpamaan ini jelas sekali maknanya. Ghazali
mempergunakannya dalam Alkemia Kebahagiaan pada abad
kesebelas untuk menggarisbawahi ajaran Sufi, bahwa hanya
beberapa saja diantara benda-benda yang kita kenal ini yang
memiliki pertalian dengan “dimensi lain.”


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: