45. CARA MENANGKAP KERA

7 12 2009

45. CARA MENANGKAP KERA

Konon, ada seekor kera yang sangat suka makan buah ceri.
Pada suatu hari ia melihat ceri yang menerbitkan liur. Iapun
turun dari pohon untuk memetiknya. Tetapi ternyata buah itu
berada dalam sebuah botol gelas yang sangat bening. Setelah
beberapa kali dicoba, kera itu mengetahui bahwa ia bisa
memasukkan tangannya, ia mengepalkannya untuk memegang buah
ceri itu. Namun, kemudian disadarinya bahwa tangannya yang
terkepal itu tidak bisa ditariknya ke luar karena ternyata
lebih besar dari leher botol.

Itu semua memang disengaja; buah ceri tersebut dipasang oleh
seorang pemburu kera yang mengetahui cara berpikir kera.

Si Pemburu mendengar rengekan kera, datang mendekat dan
kerapun berusaha melarikan diri. Tetapi karena, menurut
pikiran kera, tangannya lekat ke botol iapun tidak bisa lari
kencang.

Namun, begitu pikirnya, ia masih menggenggam buah ceri itu.
Si Pemburupun menangkapnya. Sesaat kemudian siku kera itupun
dipukulnya sehingga genggamannya mengendor.

Kera itu bebas dari botol, tetapi ia tertangkap. Si Pemburu
telah mempergunakan ceri dan botol. dan kini kedua benda
itupun masih menjadi miliknya.

Catatan

Kisah ini adalah salah satu kisah-kisah dalam kumpulan yang
disebut Buku Amu Daria

Sungai Amu atau Jihun di Asia Tengah dikenal dalam peta
modern sebagai Oxus. Bagi mereka yang berfiikiran harafiah,
agak membingungkan bahwa kata itu merupakan istilah untuk
bahan-bahan tertentu seperti kisah ini, dan juga untuk
kelompok tanpa nama guru-guru keliling yang pusat
kegiatannya di dekat Aubshaur, di pegunungan Hindukush,
Afganistan.

Versi ini diceritakan oleh Khwaja Ali Ramitani, yang
meninggal tahun 1306.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: