34. PERUMPAMAAN TENTANG ORANG-ORANG RAKUS

7 12 2009

34. PERUMPAMAAN TENTANG ORANG-ORANG RAKUS

Zaman dahulu ada seorang petani yang suka bekerja keras dan
berbudi baik, yang mempunyai beberapa anak laki-laki yang
malas dan rakus. Ketika sekarat, Si Tua mengatakan kepada
anak-anaknya bahwa mereka akan menemukan harta karun kalau
mau menggali tempat tertentu di kebun. Segera setelah ayah
itu meninggal, anak-anaknya bergegas kekebun, menggalinya
dan satu sudut ke sudut lain, dengan putus asa dan kehendak
yang semakin memuncak setiap kali mereka tidak menemukan
emas di tempat yang disebut ayahnya tadi.

Namun mereka sama sekali tidak menemukan emas. Karena
menyadari bahwa ayah mereka itu tentunya telah
membagi-bagikan emasnya semasa hidupnya, lelaki-lelaki muda
itupun menanggalkan usahanya. Akhirnya, terpikir juga oleh
mereka, karena tanah sudah terlanjur dikerjakan, tentunya
lebih baik ditanami benih. Mereka pun menanam gandum, yang
hasilnya melimpah-limpah. Mereka menjualnya, dan tahun itu
mereka menjadi kaya.

Setelah musim panen, mereka-berpikir lagi tentang harta
terpendam yang mungkin masih luput dari penggalian mereka;
mereka pun menggali lagi ladang mereka, namun hasilnya sama
saja.

Setelah bertahun-tahun lamanya, merekapun menjadi terbiasa
bekerja keras, disamping juga mengenal musim, hal-hal yang
tidak pernah mereka pahami sebelumnya. Kini mereka memahami
cara ayah mereka melatih mereka; mereka pun menjadi
petani-petani yang jujur dan senang. Akhirnya mereka
memiliki kekayaan yang cukup untuk membuat mereka sama
sekali melupakan perkara harta terpendam tersebut.

Itulah juga ajaran tentang pengertian terhadap nasib manusia
dan karma kehidupan. Guru, yang menghadapi ketidaksabaran,
kekacauan, dan ketamakan murid murid, harus mengarahkan
mereka ke suatu kegiatan yang diketahuinya akan bermanfaat
dan menguntungkan mereka tetapi yang kepentingan dan
tujuannya sering tidak terlihat oleh murid-mulid itu karena
kebelumdewasaan mereka.

Catatan

Kisah ini, yang menggarisbawahi pernyataan bahwa seseorang
bisa mengembangkan kemampuan tertentu meskipun ia sebenarnya
berusaha mengembangkan kemampuannya yang lain, dikenal
sangat luas. Hal ini mungkin disebabkan adanya pengantar
yang berbunyi, “Mereka yang mengulangnya akan mendapatkan
lebih dari yang mereka ketahui.”

Kisah ini diterbitkan oleh seorang ulama Fransiskan, Roger
Bacon (yang mengutip filsafat Sufi dan mengajarkannya di
Oxford, dan kemudian dipecat dari universitas itu atas
perintah Paus) dan oleh ahli kimia abad ketujuh belas,
Boerhaave.

Versi ini berasal dari Hasan dari Basra, Sufi yang hidup
hampir seribu dua ratus tahun yang lalu.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: