22. ORANG YANG MUDAH NAIK DARAH

7 12 2009

22. ORANG YANG MUDAH NAIK DARAH

Setelah bertahun-tahun lamanya, seorang yang sangat mudah
marah menyadari bahwa ia sering mendapat kesulitan karena
sifatnya itu.

Pada suatu hari ia mendengar tentang seorang darwis yang
berpengetahuan dalam; iapun menemuinya untuk mendapatkan
nasehat.

Darwis itu berkata, “Pergilah ke perempatan anu. Di sana kau
akan menemukan sebatang pohon mati. Berdirilah di bawahnya
dan berikan air kepada siapapun yang lewat di depanmu.”

Orang itu pun menjalankan nasehat tersebut. Hari demi hari
berlalu, dan ia pun dikenal baik sebagai orang yang
mengikuti sesuatu latihan kebaikan hati dan pengendalian
diri, di bawah perintah seorang yang berpengetahuan sangat
dalam.

Pada suatu hari ada seorang lewat bergegas; ia membuang
mukanya ketika ditawari air, dan meneruskan perjalanannya.
Orang yang mudah naik darah itu pun memanggilnya berulang
kali, “Hai, balas salamku! Minum air yang kusediakan ini,
yang kubagikan untuk musafir!”

Namun, tak ada jawaban.

Karena sifatnya yang dulu, orang pertama itu tidak bisa lagi
menguasai dirinya. Ia ambil senjatanya, yang digantungkannya
dipohon mati itu; dibidiknya pengelana yang tak peduli itu,
dan ditembaknya. Pengelana itupun roboh, mati.

Pada saat peluru menyusup ke tubuh orang itu, pohon mati
tersebut, bagaikan keajaiban, tiba-tiba penuh dengan bunga.

Orang yang baru saja terbunuh itu seorang pembunuh; ia
sedang dalam perjalanan untuk melaksanakan kejahatan yang
paling mengerikan selama perjalanan hidupnya yang panjang.

Nah, ada dua macam penasehat. Yang pertama adalah penasehat
yang memberi tahu tentang apa yang harus dilakukan sesuai
dengan aturan-aturan yang pasti, yang diulang-ulang secara
teratur. Macam yang kedua adalah Manusia Pengetahuan. Mereka
yang bertemu dengan Manusia Pengetahuan akan meminta nasehat
moral, dan menganggapnya sebagai moralis. Namun yang
diabdinya adalah Kebenaran, bukan harapan-harapan saleh.

Catatan

Guru Darwis yang digambarkan dalam kisah ini konon adalah
Najamudin Kubra, salah seorang yang paling agung di antara
para ulama Sufi. Ia mendirikan Mazhab Kubrawi ‘Persaudaraan
Lebih Besar’ yang sangat mirip dengan Mazhab yang kemudian
didirikan oleh Santo Fransiskus. Seperti Santo Asisi,
Najamudin dikenal memiliki kekuasaan gaib atas binatang.

Najamudin adalah salah seorang di antara enam ratus ribu
orang yang mati ketika Khwarizm di Asia Tengah dihancurkan
pada tahun 1221. Konon, Jengis Khan Si Mongol Agung bersedia
menolong jiwanya jika Najamudin mau menyerahkan diri, karena
Sang Kaisar mengetahui kemampuan istimewa Sang Darwis.
Tetapi Najamudin tetap berada di antara para pembela kota
itu dan kemudian ditemukan di antara korban perang tersebut.

Karena telah mengetahui akan datangnya mala petaka itu,
Najamudin menyuruh pergi semua pengikutnya ke tempat aman
beberapa waktu sebelum munculnya gerombolan Mongol tersebut.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: