12. JALAN GUNUNG

6 12 2009


12. JALAN GUNUNG
Pada suatu hari, seorang yang cerdas, ahli pengetahuan yang
pikirannya terlatih, datang ke sebuah desa. Sebagai latihan
dan telaah ilmunya, ia ingin membandingkan pandangan yang
berbeda-beda yang mungkin ada dalam desa itu.
 
Ia mendatangi sebuah warung dan menanyakan tentang seorang
yang paling jujur dan seorang yang paling bohong di desa
itu. Orang-orang di warung itu sepakat bahwa orang yang
bernama Kazzab adalah pembohong terbesar; dan Rastgu yang
paling jujur. Ahli pengetahuan itupun mendatangi kedua orang
tersebut bergantian, mengajukan pertanyaan sederhana yang
sama kepada keduanya, "jalan manakah yang terbaik menuju ke
desa tetangga?"
 
Rastgu yang jujur itu berkata, "Jalan gunung."
 
Kazzab Si Pembohong juga berkata, "Jalan gunung."
 
Tentu saja jawaban itu membingungkan Sang Pengembara cerdas
tersebut .
 
Demikianlah, iapun bertanya kepada orang-orang lain,
penduduk desa biasa.
 
Ada yang mengatakan, "Lewat sungai;" yang lain mengusulkan,
"Lewat padang saja"
 
Dan ada yang juga mengatakan, "Jalan gunung."
 
Akhirnya diputuskannya mengambil jalan gunung. Tetapi dalam
kaitannya dengan tujuan semula tadi, masalah tentang orang
bohong dan orang jujur di desa itu mengganggu batinnya.
 
Ketika ia mencapai desa berikutnya, ia ceritakan kisahnya di
sebuah rumah penginapan; di akhir kisah dikatakannya. "Saya
jelas telah membuat kekeliruan logika yang mendasar dengan
menanyakan kepada orang-orang yang tidak tepat perihal Si
Jujur dan Si Bohong. Nyatanya saya telah sampai disini tanpa
kesulitan apapun, lewat jalan gunung."
 
Seorang bijaksana yang kebetulan berada di situ berkata,
"Harus diakui bahwa para ahli logika cenderung tak terbuka
matanya, karenanya suka minta orang lain membantunya. Tetapi
masalah yang menyangkut hal ini justru sebaliknya.
Kenyataannya adalah sebagai berikut: Sungai sebenarnya
merupakan jalan termudah, oleh karenanya Si Pembohong
menunjukkan jalan gunung. Tetapi orang yang jujur itu tidak
hanya jujur; ia mengetahui bahwa Anda punya keledai dan itu
memudahkan perjalanan Anda. Si Pembohong kebetulan tidak
mengetahui bahwa Anda tak punya perahu: seandainya ia tahu
hal itu, pasti diusulkannya jalan sungai."
 
Catatan
 
"Orang-orang menganggap kemampuan dan berkah para Sufi sulit
dipercaya. Tetapi orang-orang semacam itu adalah yang tidak
memiliki pengetahuan tentang kepercayaan yang sebenarnya.
Mereka mempercayai segala hal yang tidak benar, karena
kebiasaan atau karena diberi tahu oleh penguasa.
 
Kepercayaan yang sebenarnya merupakan sesuatu yang berbeda.
Mereka yang mampu memiliki keperccayaan yang sebenarnya
adalah yang pernah mengalami sesuatu. Jika mereka sudah
pernah mengalami kemampuan dan berkah, yang sekedar
diceritakan tidak ada harganya bagi mereka."
 
Kata-kata tersebut, menurut Sayed Syah (Qadiri, meninggal
tahun 1854) kadang-kadang mengawali kisah "Jalan Gunung"
ini.

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: