05. ANJING DAN KELEDAI,,

6 12 2009

05. ANJING DAN KELEDAI

Seorang yang baru saja menemukan cara memahami arti

suara-suara yang dikeluarkan binatang, pada suatu berjalan

sepanjang lorong di desa.

Dilihatnya seekor keledai, yang baru saja meringkik dan di

sampingnya ada seekor anjing, menyalak-nyalak sekeras-keras-

nya.

Ketika orang itu semakin dekat, arti pertukaran suara

binatang itu bisa ditangkapnya.

“Uh, bosan! Kau ngomong saja tentang rumput dan padang

rumput yang kering bisa dipergunakan sebagai pengganti

daging,” katanya menyela.

Kedua binatang itu memandangnya sejenak. Anjing menyalak

keras-keras sehingga suara orang itu tak terdengar sama

sekali; dan keledai menyepak dengan kaki belakangnya tepat

mengenai orang itu sampai kelenger.

Kemudian kedua binatang kembali adu mulut.

Catatan

Kisah ini, yang menyerupai kisah Rumi, adalah fabel dalam

kumpulan kisah Majnun Qalandar, yang mengembara selama empat

puluh tahun pada abad ketiga belas, membacakan kisah nasehat

di pasar-pasar. Beberapa orang mengatakan bahwa ia

benar-benar gila (seperti yang ditunjukkan oleh namanya);

orang-orang lain beranggapan bahwa ia merupakan salah

seorang di antara “Orang-orang yang berubah”– yang telah

mengembangkan pengertian adanya hubungan antara benda-benda,

yang oleh orang-orang biasa dianggap terpisah.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: