02. KETIKA AIR BERUBAH

6 12 2009

02. KETIKA AIR BERUBAH

Pada zaman dahulu, Kidir, Guru Musa, memberi peringatan

kepada manusia. Pada hari tertentu, katanya, semua air

didunia yang tidak disimpan secara khusus akan lenyap.

Sebagai gantinya akan ada air baru, yang mengubah manusia

menjadi gila.

Hanya seorang yang menangkap makna peringatan itu. Ia

mengumpulkan air dan menyimpannya di tempat yang aman.

Ditunggunya saat yang di sebut-sebut itu.

Pada hari yang dipastikan itu, sungai-sungai berhenti

mengalir, sumur-sumur mengering. Melihat kejadian itu, orang

yang menangkap makna peringatan itupun pergi ketempat

penyimpanan dan meminum airnya.

Ketika dari tempat persembunyiannya itu ia menyaksikan air

terjun kembali memuntahkan air, orang itu pun menggabungkan

dirinya kembali dengan orang-orang lain. Ternyata mereka itu

kini berpikir dan berbicara dengan cara sama sekali lain

dari sebelumnya; mereka tidak ingat lagi apa yang pernah

terjadi, juga tidak ingat sama sekali bahwa pernah mendapat

peringatan. Ketika orang itu mencoba berbicara dengan

mereka, ia menyadari bahwa ternyata mereka telah

menganggapnya gila. Terhadapnya, mereka menunjukkan rasa

benci atau kasihan, bukan pengertian.

Mula-mula orang itu tidak mau minum air yang baru; setiap

hari ia pergi ke tempat persembunyiannya, minum air

simpanannya. Tetapi, akhirnya ia memutuskan untuk meminum

saja air baru itu; ia tidak tahan lagi menderita kesunyian

hidup; tindakan dan pikirannya sama sekali berbeda dengan

orang-orang lain. Ia meminum air baru itu, dan menjadi

seperti yang lain-lain. Ia pun sama sekali melupakan air

simpanannya, dan rekan rekannya mulai menganggapnya sebagai

orang yang baru saja waras dari sakit gila.

Catatan

Orang yang dianggap menciptakan kisah ini, Dhun-Nun, seorang

Mesir (meninggal tahun 860), selalu dihubung-hubungkan

dengan suatu bentuk Perserikatan Rahasia. Ia adalah tokoh

paling awal dalam sejarah Kaum Darwis Malamati, yang oleh

para ahli Barat sering dianggap memiliki persamaan yang erat

dengan keahlian anggota Persekutuan Rahasia. Konon, Dhun-Nun

berhasil menemukan arti hieroglip Firaun.

Versi ini dikisahkan oleh Sayid Sabir Ali-Syah, seorang

ulama Kaum Chishti, yang meninggal tahun 1818.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: