13. Bacaan Qunut untuk Sholat Subuh

23 12 2009

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
> Pengasuh konsultasi Islam yang terhormat,
> Saya ingin tahu tentang do’a Qunut, dan mohon jawabannya dilengkapi
dengan dalil (Qur’an atau hadist)
> 1. Apakah hukumnya membaca Qunut saat Sholat subuh ?
> 2. Seberapa sering Nabi Muhammad SAW membaca Qunut ?
> 3. Saya pernah mendengar bahwa Nabi Muhammad SAW membaca Qunut tidak
waktu Sholat Subuh, bagaimana menurut anda ?
> terima kasih
> Wassalam

Jawaban:

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Bacaan Qunut dalam suatu shalat hukumnya sunat. Yang wajib dalam shalat
adalah Takbir, Al Fatihah dan Salam.
2. Telah berkata Anas: Bahwa Nabi saw pernah berqunut selama satu bulan,
yaitu ketika terbunuh sahabatnya yang hafazh Quraan dan saya tak pernah
lihat sama sekali beliau berduka melebihi dari itu. (HSR Bukhari).
Telah berkata Anas: Bahwa Nabi saw pernah berqunut selama sebulan, yaitu
beliau mendo’akan (kecelakaan) atas puak-puak dari bangsa Arab, kemudian
ditinggalkannya (HSR Ahmad dan Muslim).
3.Telah berkata Ibnu Abbas: Rasulullah saw pernah berqunut selama sebulan
berturut-turut, di Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh, di akhir
tiap-tiap shalat sesudah berkata sami’ Allahu liman hamidah, yaitu
dirakaat yang akir, ia do’akan kecelakaan atas puak-puak daripada Bani
Sulaim, yaitu Ri’l, Dzakwan, Usaiyah, dan ma’mum yang dibelakangnya
mengaminkan dia (HR Dawud dan Ahmad).

Beberapa hadits yang saya temui dikatakan lemah adanya. Namun sebagian
besar mengakui bahwa Rasulullah berqunut karena beliau sedang berduka
karena kematian para sahabatnya.

Wallahu a’lamu bishawab.

Wassalam,

Ahmad Zubair

Assalamu’alaykum Wr. Wb.
> Terima kasih Pak “ahmad Zubair” telah menjawab pertanyaan saya.
> Kalau Bapak berkanan saya masih ingin menyambung pertanyaan yang lalu,
> masih mengenai do’a qunut (+bid’ah).
> 1. Ada seseorang yang tidak mau meninggalkan do’a qunut (di waktu
> subuh), dan dia merasa berdosa kalau meninggalkannya. Yang jadi
> pertanyaan saya, apakah perbuatan orang tersebut termasuk BID’AH karena
> mewajibkan hal-hal yang sunnah ?
> 2. Apakah perbuatan bid’ah itu ?
> 3. Apakah memperingati Nuzunul Qur’an itu termasuk didalam bid’ah,
> (karena Nabi saw tidak pernah mengajarkan peringatan tsb) ?
>
> Wassalam,

Jawaban:

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Bid’ah adalah suatu perbuatan yang mengada-ada, artinya tindakan yang tidak
ada dasarnya baik dari Al Quraan maupun Hadits (sunah Rasulullah).

Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan
terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya Sesungguhnya tiadalah
beruntung orang-orang yang berbuat dosa. (QS. 10:17)

Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (al-Qur’an) dengan (membawa)
kebenaran.Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya. (QS.
39:2)

Kita diperintahkan oleh Allah untuk memurnikan ketaatan kepada Allah swt,
artinya dalam ibadah ini harus dilakukan sesuai dengan perintah Allah.
(lihat email saya hari ini tentang perbuatan baik).

Do’a qunut adalah sunah bukan wajib, Rasulullah juga hanya melakukan selama
sebulan saat beliau dirundung duka.
Demikian shalat tarawih adalah sunah. Rasulullah tidak mau umatnya
menjadikan tarawih itu wajib.

Saya rasa kalau seseorang membaca do’a qunut pada shalat Subuh tidak ada
salahnya, karena telah disunahkan oleh Rasulullah. Yang kurang benar adalah
menganggap sunah itu wajib.

Tentang Nuzulul Quraan, kita harus bertanya kenapa harus dilakukan
peringatan setahun sekali ? Kenapa tidak diingat sepanjang masa, bahwa Al
Quraan itu turun dari Lauhul Mahfuz ke dada orang yang mengimani. Begitu
juga kenapa harus dilakukan peringatan Maulid Nabi, yang notabene itu
merupakan prakarsa seorang sultan yang kagum terhadap Natalan. Semua itu
menjadikan ibadah kita tidak murni lagi, atau mengada-ada bahkan menjurus
kepada bid’ah yang diwajibkan.

Sesuatu perbuatan sebaik apapun apabila dilakukan tanpa pedoman yang benar
amal tersebut tidak diterima oleh Allah.

Katakanlah:”Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang
paling merugi perbuatannya” (QS. 18:103)
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia
ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (QS.
18:104)

Wassalam,
Ahmad Zubair

About these ads

Aksi

Information

3 responses

14 07 2010
Leo jn

Assalamualaikum
warahmatullahi
wabarakaatu.

Saya ingn brtanya. Bila pada saat seorang ma’mum sholat subuh imam slalu mmbaca qunut padahal hati ma’mum slalu menolak mngikuti sang imam, karena ma’mum tw bhwa hal itu tdak wajib dlakukan. Pertanyaannya : 1.sah kah sholat ma’mum tsb?
2.apa yg sbaiknya ma’mum perbuat?
Trimakasih.
Wassalamualaikum
warahmatullahi
wabarakaatu.

12 10 2010
JOko

”Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang
paling merugi perbuatannya” (QS. 18:103)
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia
ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (QS.
18:104)

Saya rasa ayat di atas sama sekali tidak dan bukan menjelaskan ataupun menjustifikasi bahwa orang yang melakukan qunut adalah orang yang telah melakukan perbuatan yang sia-sia dan tidak pula menjelaskan bahwa orang yang melakukan qunut adalah orang yang menyangka dirinya telah berbuat sebaik-baiknya. Justru bila dilihat dari ayat tersebut orang yang mengatakan qunut itu adalah bid’ah mereka seolah-olah sudah melakukan perbuatan yang sebaik-baiknya dengan meniadakan qunut dan mengatakan bahwa qunut perbuatan yang sia-sia merupakan perbuatan yang sia-sia karena senyata-nyatanya orang yang meyakini qunut masih tetap melakukannya sehingga mengatakan qunut bid’ah adalah perbuatan yang sia-sia.

12 10 2010
JOko

Sesunguhnya bagi orang yang beriman kepa Allah SWT meyakini bahwa tidak ada satu perbuatan di dunia ini yang tidak memiliki pedoman dari Allah SWT. Semua perbuatan memiliki pedoman sehingga segala amal akan diterima oleh Allah SWT. Amal baik akan diterima oleh Allah SWT sebagai pahala dan amal buruk akan diterima oleh Allah SWT sebagai dosa.

Sungguh semua itu Allah ciptakan untuk orang-orang yang mau berfikir. Melihat kebaikan sebagai sebuah kesalahan bukanlah ciri-ciri dari orang yang beriman kepada Allah. Melihat sebuah kesempurnaan sebagai sebuah kekurangan bukan pula ciri-ciri dari orang yang mencintai Rosulullah. Setiap perbuatan memiliki kesempurnaan namun kesempurnaan yang dimaksud bukanlah kesempurnaan hakiki akan tetapi kesempurnaan duniawi yang dalam pelaksanaannya telah diberikan petunjuk oleh Allah SWT melalui contoh-contoh yang dikerjakan oleh Rosulullah SAW yang Insya Allah kelak sebagaimana janji Allah akan mendapatkan balasan yang setimpal meskipun itu sekecil biji zarrah.

Persepsi bid’ah dan menyimpang yang sering kita labelkan pada sekelompok orang yang tidak melakukan hal yang sama dengan yang kita lakukan bukankah itu sama dengan menyangka bahwa diri kita telah melakukan sebaik-baiknya sebuah amal? Astagfirullah, padahal Allah SWT telah memberikan kita warning akan hal ini dan sungguh bila kita tidak memikirkannya dan terus menyangka kita telah melakukan dengan sebaik-baiknya sementara orang lain telah melakukan bid’ah yang pastinya tidak sebaik kita maka tidakkah kita takut bahwasannya yang dimaksud dalam (QS.
18:104) justru lebih menjurus pada diri kita sendir.

Wallahu a’lamu bishawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: