39. Beberapa pertanyaan tentang Sholat

19 12 2009

1. Apakah boleh kita menJama sholat apabila sedang kuliah?

boleh, argumennya sudah saya sebutkan di mail sebelumnya.

>2. Apakah boleh sholat Jum’at diganti dengan sholat Zuhur ?

boleh

>3. Sholat Jum’at boleh tidak dilakukan sendiri, dan bagaimana ?

sholat jum’at itu dikerjakan secara berjama’ah. Jadi kalau anda
ketinggalan jama’ah ya…shalat zuhur saja.

salam,
Nadirsyah Hosen

Ass. Wr. wb
Saya sering berfikir nyleneh mengenai beberapa hal dalam islam moga2
ustadz bisa menjawab apa yang sering saya pikirikan.
1. Mengapa sholat harus 5 kali dalam sehari semalam truss harus pake’
sujud ruku’ dst, mengapa dhuhur, ashar, isya’ harus 4 roka’at, subuh
harus 2 roka’at mengapa semua demikian..tapi tentunya yang saya harapkan
bukan hanya jawaban karena hadist-nya sudah demikian tapi apa dibelakang
dalil naqli dan aqli itu

Jawaban:

Ini sekedar jawaban ringkas saja … Sebenarnya didalam Sholat itu
terkandung nilai olah raga yang amat sangat baik bagi perkembangan
kesehatan tubuh, olah batin dst… betapa tidak, semua gerakan sholat itu
bertujuan :

1. Melatih konsentrasi [hanya tertuju kepada apa yang kita baca, lakukan
dan niat]
2. Melatih niat untuk selalu ikhlas [karena toh sholat itu akan menjadi
percuma jika dilakukan karena unsur-unsur tertentu, misal ingin
mendapat
perhatian dari orang lain dsb].
3. Seluruh gerakan tangan, kepala, kaki yang dilakukan dalam Sholat itu
untuk melancarkan peredaran jalan darah setelah seharian mungkin kita
duduk diatas kursi kantor/sekolah kita [yang dapat menyebabkan
penyakit
pengapuran pada tulang, pusing-pusing, lemah tak bersemangat,
streess
dsb].
4. Membiasakan ingat akan waktu … bukankah sholat terikat dengan waktu ?
5. Menghindarkan diri dari perbuatan dosa/tercela yang dapat merugikan diri
sendiri serta orang lain … bukankah kita selalu diburu oleh waktu
sholat ?
6. Dst.

Lalu masalah rokaat … kenapa subuh harus 2 rokaat ?
Pada pagi hari [jam-jam subuh], orang biasanya malas beranjak dari tempat
tidurnya, mungkin karena udara dingin, masih enak pulas diatas kasur empuk
dsb.

Allah Maha kasih dan Penyayang … disuruhNya kita agar tidak menjadi
pemalas, mengefisienkan waktu … hirup udara pagi untuk kesehatan, basuh
muka, tangan dan ingatlah langsung kepada Tuhan yang telah mencurahkan
kenikmatan tidur dan mengembalikannya kembali dalam keadaan sehat, segar
dan hidup …:-)

Untuk Subuh, Allah hanya memberi 2 Rokaat mungkin atas pertimbangan2 diatas
[kemalasan dst] … yang 2 Rokaat saja kita sering lalai dalam
melakukannya… apakah lagi jika Sholat Subuh itu 4 Rokaat.

Dzuhur dan Asyhar 4 Rokaat … pada jam-jam tersebut [berkisar antara
jam
12.00 siang hingga 15.30-an] manusia hanyut dalam kesibukan sehari-harinya,
berbagai problema dan kegiatan terkadang menuntut sang manusia untuk
benar-benar memporsir seluruh tenaga dan pikirannya yang dapat menyebabkan
dia terjerumus kedalam tindakan tercela seperti korupsi, pembunuhan,
perkosaan, strees berkepanjangan dsb.

Allah menyentak manusia pada jam-jam tersebut agar mereka terjaga dari
perbuatan tercela tersebut dan terhindar dari penyakit hati [ex. strees
dan
berbagai pikiran buruk] serta terhindar dari penyakit jasmani [dengan
olahraganya].

Makanya Allah mewajibkan 4 Rokaat … agar manusia dapat benar-benar
melatih diri sabar [karena lebih lama dalam mengerjakannya], serta
menyegarkan ingatan dan pikiran-nya karena baru saja menghadap keapda Tuhan.

Maghrib 3 Rakaat, … biasanya jam-jam maghrib [antara jam 18.00-18.30]
manusia kembali dari kesibukannya, capek, penat dan lelah … terkadang ada
saja problema yang mengganggu pada saat dijalan yang kemungkinan dapat
menambah stress … Allah kembali menyuruh manusia untuk sadar, berpikiran
jernih …. yaitu dengan menghadap kepada-Nya, mengadukan problemanya kembali.

Isya 4 Rakaat … waktunya agak panjang yaitu dari jam 19.20-an sampai dini
hari [lebih kurang jam 04.00 pagi] …. saatnya kita beristirahat, jauh
dari keramaian permasalahan, berkumpul bersama keluarga …. syukuri nikmat
tersebut, lakukanlah sholat sebagai tanda terima kasih kepada Allah bahwa
hari itu kita berhasil bekerja dan kembali kerumah [tempat tujuan] dengan
selamat, meskipun ada juga pernik-perniknya.

>2. Mengapa saya harus beribadah toch Allah tidak pernah bertambah
keagungan karena ibadah kita, saya ngga’ pernah minta dilahirkan truss
disuruh beribadah oleh Allah kalau ngga’ ibadah dimasukkan neraka..dimana
keadilan Allah?

Mengapa Tuhan harus disembah ?
Ada apa dibalik perintah penyembahan oleh Tuhan ini ?
Apakah memang TUhan ituhaus akan penyembahan ?

Ternyata tidak !
Mari kita kupas dari AlQuran.

Manusia adalah makhluk yang telah diciptakan oleh Allah dengan sesempurna
bentuk (QS. 95:4), dan Allah juga telah memberikan fasilitas kemudahan bagi
manusia ini untuk kemaslahatan hidupnya.
Telah diciptakan oleh Allah semua yang ada dilangit dan bumi lengkap dengan
isinya untuk kesejahteraan manusia itu sendiri.
Lalu apakah kita tidak harus berterima kasih atas segala karuniaNya ini ?

Coba anda bayangkan, berapa banyak sudah udara yang kita hisap dalam hidup
kita ini, berapa banyak sudah binatang dan tumbuhan telah kita makan selama
hidup kita ? pernahkah terbayangkan jika semuanya itu harus kita bayar
kepada Allah ?

Udara adalah hal yang paling berharga untuk kehidupan manusia, dan ini
sering terlupakan oleh kita, manusia.
Coba saja jika Allah meminta kita membayar untuk sekali menarik napas dari
udara yang diciptakanNya !
Coba saja anda diminta oleh Allah membayar semua nikmat yang telah
dikaruniakan oleh Nya selama ini !
Apa yang bisa anda lakukan ?

Ternyata Allah memang Maha Besar.
Dia tidak sedikitpun meminta balasan apa-apa bagi manusia.
Ia hanya meminta kita bersyukur kepadaNya.
Apakah itu terlalu berlebihan dibandingkan nikmat Allah yang ada ?

Sungguh orang yang tidak pernah mensyukuri akan nikmat Allah adalah
termasuk orang-orang yang kufur.

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu
mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu
dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat
mengingkari (nikmat Allah).” (QS. 14:34)

“Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis)
kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis
(ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku.” (QS. 18:109)

Penyembahan terhadap Allah adalah salah satu cara manusia mengungkapkan
rasa syukurnya kepada Allah.
Dan Allah sendiri telah memberikan cara-cara bagi manusia agar dapat
menyembahNya dengan benar.
Jika kita lihat dari AlQuran (juga beberapa ayat dari Bible sekarang), maka
jelas sudah bahwa para umat dan nabi terdahulu melakukan penyembahan kepada
Allah dengan ruku’ dan sujud.

Dari AlQuran beberapa diantaranya adalah ketika Allah memberikan firmanNya
kepada Ibrahim sewaktu meninggikan Ka’bah bersama puteranya, Ismail
(2:125), Siti Maryam, ibu Nabi Isa as (3:43), Firman Allah kepada Bani
Israel (2:58), adanya beberapa golongan Ahli kitab yang mengEsakan Allah
(3:113), Nabi Musa dan umatnya (4:154), Nabi Daud (38:24) dan lain sebagainya.

Dari Bible :
Mazmur 96:6
“Marilah kita menyembah dan bersujud; marilah kita berlutut kepada Tuhan
yang menciptakan kita.”

Yoshua/Yusak 5:14
“… maka Yusak pun tersungkur dengan mukanya ketanah sambil menyembah
sujud…”

Raja-raja I:18:42
“…tetapi Elia naik keatas kepuncak Karmel, lalu tunduk sampai ketanah
dengan mukanya ditengah-tengah lututnya.”

Bilangan 20:6
“Maka pergilah Musa dan Harun dari hadapan orang banyak itu kepintu kemah
perhimpunan, lalu keduanya menyembah sujud. Maka kemuliaan Tuhan kepada
mereka itu.”

Kejadian 17:3
“Lalu sujudlah Abram dengan mukanya sampai kebumi…”

Nah, dari itu semua jelas bahwa para nabi dan umat sebelum Muhammad Saw
sudah melakukan penyembahan kepada Allah dengan cara rukuk dan sujud.
Lalu tata cara penyembahan ini disempurnakan lagi oleh Allah kepada
Muhammad Saw serta umatnya dengan cara ibadah Sholat sebagaimana yang kita
lihat sekarang.

Dari sekian banyak nikmat Allah, adalah waktu yang diberikanNya bagi
manusia dalam sehari semalamnya.
Sebagaimana kita ketahui, dalam sehari dan semalam, Allah telah memberikan
24 jam kepada manusia.
Dari 24 jam itu Allah hanya meminta tidak lebih dari 25 menit saja kepada
manusia untuk bersyukur, menyembah kepadaNya.
Taruhlah sholat yang khusyuk itu adalah 5 menit.
Maka 5 menit dikalikan dengan 5 kali dalam sehari semalam, maka 25 menit.
Jadi manusia masih punya sisa waktu 23 jam 75 menit untuk kegiatan dunianya.
Apakah hal ini sangat berat ?

Kita selalu punya waktu untuk kencing, untuk berak, untuk pacaran, untuk
makan untuk tidur, untuk nonton film, lalu kenapa kita tidak harus punya
waktu untuk menyembah Allah, sebagai ungkapan rasa syukur kita kepadaNya ?

Allah telah menegaskan bahwa meski seluruh dunia ini tidak akan bersyukur
kepadaNya, maka tidak akan membuat Allah rugi.

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman,
yaitu:”Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada
Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan
barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi
Maha Terpuji”. (QS. 31:12)

“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu
dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang
lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan
Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa di langit dan di bumi adalah
kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
(QS. 4:170)

Lagipula menyembah kepada Allah itu memiliki nilai psikis yang lain yang
justru berguna bagi manusia itu sendiri.

Dengan diperintahkannya manusia itu menyembah Allah, maka manusia itu
sedikit banyaknya akan terkontrol oleh kelakuannya.
Ia akan ingat kepada Allah jika ia hendak melakukan sesuatu yang semena-mena.

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan
mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang
kamu kerjakan.”
(QS. 29:45)

Ia akan memiliki self control, bahwa tindak tanduknya selalu diawasi oleh
Allah yang Maha Mengetahui, dan hal ini akan mendorongnya berlomba-lomba
didalam kebajikan.

Mungkin hanya ini dulu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini
sehubungan dengan pertanyaan saudara tersebut. Mungkin akan ada penambahan
dari rekan-rekan saya yang lain.

Jazakumullahu khairan
Tot Ziens!
Wassalam.
Best Regards.,

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: