08. Perbuatan yang mendekati zina

18 12 2009

Berhubungan suami istri bagi orang yg belum sah jelas haram. Tapi apakah
hal ini berlaku juga di cyber world? Seperti istilah MakingLove (ML) disaat
chatting bersama pasangan chat internet. Kondisi umum ML adalah;
– ML dilakukan via chat dgn ketikan keyboard dan atau dgn audio atau
video.
– Kedua pasangan aktif memberikan rangsangan dan respon seks sewaktu ML
– Kedua pasangan tidak saling berjamahan dgn kulit sewaktu ML
– Kedua pasangan tidak satu ruangan tertutup dgn lain muhrim sewaktu ML
– Kedua pasangan tidak melakukan penetrasi betulan sewaktu ML
– Nafsu dan fantasi seksual keluar sewaktu ML
– Madzi keluar sewaktu ML
– Besarnya kemungkinan ML betulan/zina disaat pasangan chat tsb bertemu
darat.
– Besarnya kemungkinan onani/masturbasi setelah ML.

Pertanyaannya;
1 – Apakah hukumnya bersetubuh/ML diluar nikah melalui internet?
2 – Apakah hukuman bersetubuh/ML diluar nikah via internet dalam fiqh
Islam. Cambuk? Penjara? Atau rajam?
2 – Apakah ML dapat digolongkan dgn onani/masturbasi? atau masuk golongan
hukum membaca buku2 porno? atau dua-duanya?
3 – Adakah fatwa jumhur(mayoritas) ulama terbaru untuk menanggapi “pemicu
zina” ini?

Atas perhatian dan jawabannya saya ucapkan terima kasih, semoga pemuda2
muslim/mah indonesia khususnya juga membaca pertanyaan dan jawaban ini.

Jawaban:

Assalamaualaikum wr.wb.

Hukumnya jelas haram karena perbuatan tersebut merangsang fantasi kedua
pasangan yang secara tidak langsung akan mempengaruhi alam bawah sadarnya.
Pada akhirnya kedua dapat terseret kepada perzinahan betulan. Dengan
demikian maka ML di Chatting dapat membawa seseorang kepada zina sedangkan
Allah berfirman “janganlah kamu mendekati zina”.

Secara hukum Islam perbuatan yang ada lakukan tidak memiliki hukum yang
tetap (cambuk, rajam dll) semuanya tergantung kepada hakim yang memutuskan.

ML yang dianggap perzinahan oleh Islam yang akan dikenai hukuman cambuk atau
rajam adalah terjadinya penetrasi penis ke dalam vagina yang bukan muhrim
walaupun hanya sebatas batas sunat. Jika itu yang dimaksud maka kedua
perbuatan tersebu tidak termasuk. Akan tetapi saya cenderung kepada pendapat
yang mengharamkan keduanya termasuk juga membaca buku porno berdasarkan ayat
yang saya sebutkan diatas.

Permasalahan ini bukanlah masalah baru oleh karena itu saya kira pendapat
ulama dari zaman ke zaman akan selalu sama. Yang berbeda hanya bentuknya
saja.

Wallahu ‘Alam bi Shawab
Wassalamualaikum wr.wb.

A.K. Anwar

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: