BAB 6: PENJELASAN TENTANG MAKNA TAUHID

16 12 2009

BAB 6: PENJELASAN TENTANG MAKNA TAUHID
DAN SYAHADAT “LA ILAHA ILLALLAH”

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]أولئك الذين يدعون يبتغون إلى ربهم الوسيلة أيهم أقرب ويرجون رحمته ويخافون عذابه إن عذاب ربك كان محذورا[

“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada
tuhan mereka, siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepada Allah),
dan mereka mengharapkan rahmatNya serta takut akan siksaNya,
sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.” (QS.
Al Isra’, 57)

]وإذ قال إبراهيم لأبيه وقومه إنني براء مما تعبدون إلا الذي فطرني فإنه سيهدين[

“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapak dan kaumnya :
sesungguhnya aku membebaskan diri dari apa yang kalian sembah, kecuali
(Allah) Dzat yang telah menciptakan aku, karena hanya Dia yang akan
menunjukkan (kepada jalan kebenaran).” (QS. Az zukhruf, 26-27).

]اتخذوا أحبارهم ورهباهم أربابا من دون الله والمسيح بن مريم وما أمروا إلا ليعبدوا إلها واحدا لا إله إلا هو سبحانه عما يشركون[

“Mereka menjadikan orang-orang alim dan pendeta-pendeta
mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan (mereka mempertaruhkan
pula) Al Masih putera Maryam, padahal mereka itu tiada lain hanyalah
diperintahkan untuk beribadah kepada satu sembahan, tiada sembahan yang
haq selain Dia. Maha suci Allah dari perbuatan syirik mereka.” (QS. Al
Taubah, 31).

]ومن الناس من يتخذ من دون الله أندادا يحبونهم كحب الله والذين آمنوا أشد حبا لله[

“Diantara sebagian manusia ada yang menjadikan tuhan-tuhan tandingan
selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah,
adapun orang-orang yang beriman lebih besar cintanya kepada Allah.”
(QS. Al Baqarah, 165).

Diriwayatkan dalam Shoheh Muslim, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam bersabda :

“من قال لا إله إلا الله وكفر بما يعبد من دون الله حرم ماله ودمه وحسابه
على الله”

“Barang siapa yang mengucapkan لا إله إلا الله, dan
mengingkari sesembahan selain Allah, maka haramlah harta dan darahnya,
adapun perhitungannya adalah terserah kepada Allah”.

Keterangan tentang bab ini akan dipaparkan pada bab-bab
berikutnya.

Adapun kandungan bab ini menyangkut masalah yang paling besar
dan paling mendasar, yaitu pembahasan tentang makna tauhid dan syahadat.

Masalah tersebut telah diterangkan oleh bab ini dengan beberapa
hal yang cukup jelas, antara lain :

Ayat dalam surat Al Isra’. Diterangkan dalam ayat ini sanggahan
terhadap orang-orang musyrik, yang memohon kepada orang-orang yang
sholeh, oleh karena itu, ayat ini mengandung suatu penjelasan bahwa
perbuatan mereka itu adalah syirik besar ([1]).

Ayat dalam surat At Taubah. Diterangkan dalam ayat ini bahwa orang-orang ahli kitab telah menjadikan orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan dijelaskan pula bahwa mereka hanya diperintahkan untuk menyembah kepada satu sesembahan, dan menurut penafsiran yang sebenarnya mereka itu hanya diperintahkan untuk taat kepadanya dalam hal-hal yang tidak bermaksiat kepada Allah, dan tidak berdoa kepadanya.

Kata-kata Nabi Ibrahim kepada orang-orang kafir :“Sesungguhnya saya berlepas diri dari apa yang kalian sembah, kecuali (saya hanya menyembah) Dzat yang menciptakanku”.

Di sini beliau mengecualikan Allah dari segala sesembahan.

Pembebasan (dari segala sembahan yang batil) dan pernyataan setia (kepada sembahan yang haq, yaitu : Allah) adalah makna yang sebenarnya dari syahadat “La Ilaha Illallah”.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

]وجعلها كلمة باقية في عقبه لعلهم يرجعون[

“Dan Nabi Ibrahim menjadikan kalimat syahadat ini kalimat yang kekal
pada keturunannya, agar mereka ini kembali (kepada jalan yang benar).”
(QS. Az Zukhruf, 28 )

Ayat dalam surat Al Baqarah yang berkenaan dengan orang-orang kafir,
yang dikatakan oleh Allah dalam firmanNya :

]وما هم بخارجين من النار[

“Dan mereka tidak akan bisa keluar dari neraka”.

Disebutkan dalam ayat tersebut, bahwa mereka menyembah tandingan
tandingan selain Allah, yaitu dengan mencintainya sebagaimana mereka
mencintai Allah, ini menunjukkan bahwa mereka mempunyai kecintaan yang
besar kepada Allah, meskipun demikian kecintaan mereka ini belum bisa
memasukkan mereka kedalam agama Islam ([2]).

Lalu bagaimana dengan mereka yang cintanya kepada sesembahan selain Allah itu lebih besar dari cintanya kepada Allah ?

Lalu bagaimana lagi orang-orang yang cuma hanya mencintai sesembahan selain Allah, dan tidak mencintai Allah?

Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam :

“من قال لا إله إلا الله وكفر بما يعبد من دون الله حرم ماله ودمه وحسابه على الله “

“Barang siapa yang mengucapkan لا إله إلا الله, dan mengingkari sesembahan selain Allah, maka haram darah dan hartanya, sedangkan perhitungannya kembali kepada Allah”.

Ini adalah termasuk hal yang penting sekali yang menjelaskan pengertianلا إله إلا الله . Sebab apa yang dijadikan Rasulullah sebagai pelindung darah dan harta bukanlah sekedar mengucapkan kalimat itu dengan lisan atau memahami arti dan lafadznya, atau mengetahui akan kebenarannya, bahkan bukan pula karena tidak meminta kecuali kepada Allah saja, yang tiada sekutu bagiNya, akan tetapi harus disertai dengan tidak adanya penyembahan kecuai hanya kepadaNya.

Jika dia masih ragu atau bimbang, maka belumlah haram dan terlindung harta dan darahnya.

Betapa besar dan pentingnya penjelasan makna لا إله إلا الله yang termuat dalam hadits ini, dan betapa jelasnya keterangan yang dikemukakannya, dan kuatnya argumentasi yang diajukan bagi orang-orang yang menentangnya.

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: